Kuliner Olahan Bandeng, Andalan Seorang Warga Pati di Malang

kuliner olahan bandeng
(Warung kuliner khusus bandeng milik Hani Tris di Jalan Arjuno, Kota Malang. Berbagai masakan dari olaha bandeng dapat ditemui di sini. Tak perlu khawatir, bandeng yang disajikan di warung ini semuanya sudah tanpa duri. Foto : pomidor.id)

Pomidor.id – Umumnya rumah makan atau warung di Malang yang mempunyai sajian masakan ikan, jarang yang menyertakan kuliner olahan bandeng dalam daftar menunya. Kalau pun ada, masakannya tak bakalan jauh-jauh dari bali bandeng, bandeng goreng atau malah bandeng presto. Alasan mereka tak mengutamakan masakan olahan bandeng bisa macam-macam. Tapi yang paling banyak adalah enggan repot dengan tambahan pekerjaan membersihkan duri-durinya yang bisa menyita waktu. Sedang bagi pelanggan sendiri, makan sambil was-was takut tersedak duri tentu adalah hal yang menyebalkan sekali pun mereka mungkin amat menggemari ikan ini.

Namun tidak demikian dengan Hani Tris, seorang warga Pati, Jawa Tengah, yang sudah lama tinggal di Malang. Ia justru yakin kuliner olahan bandeng sebenarnya banyak disukai orang. Hanya saja karena sangat sedikit rumah makan atau warung yang menyajikannya, pelanggan terpaksa beralih memesan masakan yang lain.

“Selalu ada saja orang yang mampir kemari karena sekedar ingin makan otak-otak bandeng atau bandeng bakar,” ujar Hani Tris saat ditemui di warungnya Jum’at (30/3). Perempuan berkerudung ini sudah dua tahun membuka warung kuliner khas bandeng di Jl. Arjuno 18, Kota Malang.

Hani Tris dengan pelanggan
(Hani Tris saat melayani pelanggan di warungnya. Foto : pomidor.id)

Selain otak-otak dan bandeng bakar, olahan khas bandeng lainnya yang menjadi menu andalan di warung Hani Tris adalah pindang seruni, bandeng kelo mrico, bandeng krispi dan bandeng penyet original. Masakan-masakan bandeng tersebut diolah dengan resep tradisional ala Pati, daerah asalnya. Malah untuk pindang seruni, ia sampai khusus menanam daun singgil di pekarangan rumahnya di Kebon Agung. Menurutnya, daun singgil menghilangkan amis serta membuat masakan pindang seruni jadi lebih sedap.

Baca Juga : Pelatihan Cabut Duri Bandeng Agar Lebih Nyaman Dikonsumsi

Lebih lanjut Hani Tris mengatakan bahwa pelanggan bisa menikmati kuliner olahan bandeng di warungnya tanpa harus khawatir atau ribet dengan duri-durinya.

“Bandeng yang disajikan di sini semuanya sudah tanpa duri,” jelasnya.

Sementara untuk bahan baku bandeng, ia mendatangkan langsung dari Juwana, Pati. Hal itu musti ia lakukan bukan karena kualitas bandeng di sana lebih bagus atau apa, melainkan semata-mata karena ia bisa memesan bandeng tanpa duri dengan jumlah banyak.

bandeng tanpa duri beku
(Bandeng tanpa duri dalam bentuk beku. Bandeng baru diolah ketika ada pesanan. Foto : pomidor.id)

“Biasanya datangnya (pengiriman) dua atau tiga minggu sekali. Paling sedikit sekali kirim 50 kilogram dalam bentuk beku. Saya sendiri ada beberapa freezer yang dikhususkan hanya untuk menyimpan bandeng-bandeng itu,” kata Hani Tris.

Mengingat jauhnya jarak dari Juwana ke Malang, perempuan yang dikaruniai tiga anak ini mulai berpikir untuk mencari pasokan bahan baku bandeng tanpa duri dari wilayah seputar Malang.

“Minggu kemarin di Rampal saya bertemu dengan Mbak Sinta dari Yamois yang jualan bandeng tanpa duri. Bisa saja suatu ketika nanti ada kerjasama dengan Yamois untuk memasok kebutuhan bandeng tanpa duri di warung saya ini,” tambahnya.

Baca Juga : Standarisasi Produk Penting untuk Perluasan Pasar

Hani Tris mengakui ada keinginan untuk memperluas usahanya. Apalagi warungnya kini semakin dikenal dan pelanggannya bertambah banyak. Meski demikian, ia tak mau grusa grusu. Selain musti berhitung cermat soal modal dan tenaga, kontinuitas dan kemudahan memperoleh pasokan bandeng tanpa duri sebagai bahan baku utama usaha kulinernya, juga harus dipertimbangkannya matang-matang.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan