RI Sampaikan Pengelolaan Bank Sampah ke Forum Internasional

pengelolaan bank sampah
(Pengelolaan sampah basah menjadi kompos yang melibatkan partisipasi warga selain berkontribusi menjaga kebersihan lingkungan, juga memiliki efek ekonomis. Foto : pomidor.id)

Pomidor.id – Banyak hal yang sudah dilakukan oleh Indonesia untuk mempromosikan penerapan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dengan melibatkan publik melalui edukasi pemilahan dan penerapan 3R dan mekanisme pengelolaan Bank Sampah. Saat ini sudah ada 5.244 Bank Sampah tersebar di 34 provinsi dan 219 kabupaten/kota di Indonesia. Bank sampah tersebut memberikan kontribusi pengurangan sampah nasional sebesar 1,7% dari timbunan sampah nasional.

Demikian siaran pers Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan usai mengikuti rangkaian kegiatan “The 8th Regional Forum in Asia and the Pacific” yang digelar 9-12 April di Indore, Madhya Pradesh, India. Dalam forum tersebut, Indonesia diwakilli oleh Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3), Rosa Vivien Ratnawati.

Forum 3r di India
(The 8th Regional Forum in Asia and the Pacific di India. Foto : ppid.menlhk.go.id)

Tujuan forum di Asia Pacific ini adalah untuk menggalang aksi bersama negara-negara di Regional Asia Pacific dalam pengelolaan sampah dan limbahnya dengan menerapkan prinsip 3R. Forum ini menekankan bahwa sampah dan limbah merupakan sesuatu yang berharga untuk menumbuhkan circular economy melalui resource efficiency pengelolaan sampah.

Penerapan prinsip 3R ini dalam pengelolaan sampah dan limbah juga dapat menjaga keberlanjutan masa depan lingkungan. Di antaranya adalah clean land, clean water dan clean air serta mendukung capai pelaksanaan SDGs di negara-negara Regional Asia Pacific.

Baca Juga : Kenya Larang Penggunaan Kantong Plastik

Indonesia sendiri sudah memiliki peraturan terkait 3R, yakni Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 13 Tahun 2012 tentang pedoman pelaksanaan 3R melalui Bank Sampah yang menjadi dasar pelaksanaan pengelolaan Bank Sampah di Indonesia.

“Jadi Bank Sampah ini merupakan salah satu penerapan resource efficiency dan circular economy di Indonesia,” ujar Rosa Vivien.

Selain itu untuk mencegah adanya pencemaran tanah, sungai dan udara dari pengelolaan sampah, Kementerian LHK memiliki program fasilitasi pembangunan pusat daur ulang (PDU) untuk mengelola sampah organik menjadi kompos. Tak hanya itu, Kementerian LHK juga mempromosikan pemanfaatan gas metan dari TPA untuk dimanfaatkan sebagai gas alternatif atau konversi ke listrik.

Rosa Vivien mengungkapkan bahwa beberapa kota sudah menerapkan hal ini seperti Surabaya, Balikpapan, Kendari dan beberapa kota lainnya.

“Saat ini 45% status TPA di kota-kota di Indonesia sudah menggunakan teknologi control landfill dan sanitary landfill,” ujarnya.

mekanisme bank sampah
(Urut-urutan pengelolaan bank sampah yang dimulai dari sampah rumah tangga. hingga menjadi tabungan Foto : menlhk.go.id)

Partisipasi publik diperlukan untuk membuat pengelolaan bank sampah menjadi masif dan efektif melalui peningkatan kesadaran masyarakat untuk bertanggungjawab mengelola sampahnya. Kelengkapan regulasi dan turunannya, infrastruktur, pemantauan dan evaluasi juga tak kalah penting untuk mendukung kebijakan pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat ini.

Baca Juga : Bakteri Ini Mampu Uraikan Sampah Plastik dalam 6 Minggu

Forum multilateral ini dihadiri oleh hampir 300 peserta yang berasal dari 40 negara-negara di Regional Asia-Pacific yang merupakan perwakilan dari pemerintah, walikota, international expert, research institutes, peneliti serta instansi yang ada di bawah PBB. Indonesia sendiri sudah berperan aktif dalam Forum 3R sejak awal pembentukannya di tahun 2009 di Tokyo, Jepang.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan