border=

“Suwe Ora Jamu” Berkumandang di Paris

suwe ora jamu
(Untuk menggaet pasar Eropa, Jamu Indonesia dipromosikan ke ajang pameran spa, kecantikan dan kesehatan di salah satu kota mode terbesar di dunia, Paris. Foto : jpp.go.id)

Pomidor.id – Sampeyan-sampeyan yang berusia agak old, tentu sudah tak asing dengan lagu “Suwe Ora Jamu”. Lagu ini dulu kerap disenandungkan mulai dari kanak-kanak sampai kakek nenek karena liriknya yang memang sederhana dan mudah dicerna, sekaligus menggambarkan keakraban. Nah, lagu yang sama kali ini berkumandang pula nun jauh di sana, di tempat yang nyaris seluruh penduduk bumi sepakat melabelinya sebagai kota mode. Paris!

Hebatnya lagi, “Suwe Ora Jamu” dinyanyikan di ajang pameran spa, kecantikan dan kesehatan terbesar di ibukota Perancis itu. Adalah Nova Dewi dan suaminya, Uwi Mathovani, yang menggaungkan folklore Jawa itu di pameran yang diikuti lebih dari 200 peserta dari seluruh dunia. Selain jamu, stand Indonesia juga mempromosikan spa tradisional yang ditampilkan oleh Nurkadhatyan Spa pimpinan Worro Herry Astuti dari Kraton Yogyakarta. Pameran itu sendiri berlangsung tanggal 7-9 April di gedung Porte De Versailles, Paris.

 border=

Baca Juga : Sensasi Liwetan ala Indonesia di Ibukota Argentina

“Senang dan bangga bisa memperkenalkan jamu, minuman tradisional dari Indonesia kepada masyarakat Prancis, di Paris,” kata Nova Dewi kepada Antara usai menyanyikan “Suwe Ora Jamu” di hadapan pengunjung pameran, Minggu (8/4).

jamu indonesia di paris
(Les Parisien tengah mengunjungi stand Jamu Indonesia. Foto : antaranews.com)

Bagi masyarakat Prancis, jamu masih terasa asing dilidah. Namun mereka ingin mengetahui lebih jauh tentang rasa dan khasiat minuman tradisional Indonesia yang sarat dengan remedi, ujar Uwi Mathovani.

Ia menambahkan, selain mempromosikan jamu di Paris, sebagai produsen dan seller ia juga bertujuan merambah ke pasar Eropa. Setelah Paris, “Suwe Ora Jamu” juga akan melakukan promosi di Brussel, Belgia dan Amsterdam, Belanda.

“Bukan hanya karena wishful thinking dalam konteks sales, namun diyakini jamu dapat diterima oleh market karena adanya kesadaran masyarakat Eropa akan produk kesehatan dapat dikatakan cukup baik,” jelasnya.

Dengan bahan-bahan alami serta tanpa bahan pengawet, Uwi meyakini produknya sangat berkhasiat untuk kesehatan.

Baca Juga : BPOM Dukung Pengembangan UMKM Jamu Bersaing di Pasar Global

Berbagai minuman jamu yang disajikan antara lain kunyit asem, beras kencur, wedang jahe, alang-alang dan rosela. Sementara bentuk kemasan kecil seperti teh, di antaranya jamu seduh Asmara yang bisa membuat rileks, seduh Prana untuk menambah stamina serta seduh Anubahawa yang membuat badan menjadi hangat.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan