border=

Mengenali Tanda-tanda Tanaman Kekurangan Nutrisi

tanaman kekurangan nutrisi
(Secara kasat mata, tanaman yang kekurangan nutrisi sering kali bisa dikenali dari warna daunnya yang kusam, pertumbuhannya lambat/kerdil, daun mudah rontok, dlsb. Foto : jahgrow.com)

Pomidor.id – Sebenarnya tanaman yang pertumbuhannya tidak optimal, tidak melulu karena hama dan penyakit. Terkadang juga disebabkan tanaman kekurangan nutrisi atau pemberian nutrisi yang tidak tepat yang tak sesuai kebutuhan. Ibarat bayi, tanaman pun memerlukan asupan gizi yang seimbang.

Secara umum, nutrisi tanaman terdiri dari unsur hara makro dan unsur hara mikro. Unsur hara makro yang wajib ada (Nitrogen, Phosfor, Kalium atau yang biasa disebut NPK), serta Kalsium, Magnesium dan Belerang. Sedang unsur hara mikro di antaranya adalah Boron, Besi, Seng, Tembaga, Mangan, Khlor, Natrium, dlsb.

 border=

Untuk unsur hara makro, pada dasarnya sudah tersedia di dalam tanah. Namun jumlahnya sering kali tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman. Karena itu ditambahkan pupuk padat dan pupuk cair, baik itu pupuk kimia maupun pupuk organik. Sementara sumber unsur mikro biasanya berupa pupuk cair yang diberikan melalui penyemprotan.

Sayangnya pemberian unsur hara ini terkadang tidak seimbang dengan kebutuhan sehingga muncul gejala tanaman kekurangan nutrisi. Secara kasat mata, kekurangan nutrisi ini terlihat jelas pada perubahan fisiknya. Misal, bentuk dan warna daun yang tampak kusam. Meski demikian, identifikasi gejala kekurangan nutrisi pada tanaman juga tak jarang membingungkan. Pasalnya, ada sejumlah kemiripan yang sulit dibedakan.

Baca Juga : Kalau Rumput Liar Bisa Ngomong …

 border=

Daripada pusing-pusing, mending langsung saja mengenali ciri-ciri tanaman yang kekurangan nutrisi dari unsur hara makronya.

  1. Kekurangan Unsur Nitrogen

Gejala tanaman kekurangan nutrisi yang paling mudah dikenali adalah warna daun yang cepat berubah coklat atau kuning, meski daun tersebut masih muda. Perubahan warna ini disebabkan tanaman kekurangan produksi klorofil atau zat hijau daun yang disediakan oleh unsur nitrogen. Apabila dibiarkan, pertumbuhan tanaman akan sangat lambat. Bahkan bisa berhenti tumbuh sama sekali dan kemudian mati.

kekurangan nitrogen
(Ciri-ciri tanaman kekurangan unsur nitrogen.)

Cara praktis untuk mengatasinya bisa diberikan pupuk kimia yang kandungan unsur nitrogennya tinggi. Namun jika menghindari pupuk kimia, bisa digantikan dengan pupuk kandang, khususnya dari kotoran unggas yang kaya akan unsur nitrogen. Selain itu, pupuk hijau dari kompos tanaman juga bisa menjadi alternatif.

  1. Kekurangan Unsur Phosfor

Ciri tanaman yang kekurangan unsur phosfor bisa dilihat pada daun-daun tua yang berubah warna menjadi keunguan. Tepi daun seperti hangus terbakar, pertumbuhan daun kecil, kerdil, dan akhirnya gugur. Hal ini membuat pertumbuhan tanaman lambat dan cenderung kerdil karena sistem perakaran untuk menyerap unsur-unsur hara yang lain terganggu.

kekurangan phosfor
(Ciri-ciri tanaman kekurangan unsur phosfor.)

Pemberian pupuk kandang dari kotoran sapi atau kambing akan membantu memenuhi kekurangan unsur phosfor ini. Tapi kalau tidak mau repot-repot, tambahkan saja pupuk NPK sintetis (kimia) dengan takaran secukupnya.

  1. Kekurangan Unsur Kalium

Nah, yang ini agak sulit mengenalinya. Sebab tanaman yang kekurangan unsur kalium tidak terlalu tampak gejalanya. Apalagi pada tanaman yang masih muda. Tapi ujung daun yang menguning dan ada bercak-bercak coklatnya, bisa jadi menandakan tanaman kekurangan unsur kalium.

kekurangan kalium
(Ciri-ciri tanaman kekurangan unsur kalium.)

Untuk mengatasinya, tambahkan pupuk yang mengandung unsur kalium tinggi seperti KCL, NPK atau pupuk daun.

  1. Kekurangan Unsur Kalsium

Gejala kekurangan kalsium pada tanaman yaitu titik tumbuhnya lemah, terjadi perubahan bentuk daun yang mengeriting, kecil, dan akhirnya rontok. Kalsium menyebabkan tanaman tinggi tetapi tidak kekar. Karena berefek langsung pada titik tumbuh maka kekurangan unsur ini menyebabkan produksi bunga terhambat. Bunga gugur juga adalah efek dari kekurangan kalsium. Untuk tanaman buah seperti tomat, kekurangan kalsium bisa menyebabkan ujung buah menghitam dan matangnya tidak sempurna.

kekurangan kalsium
(Ciri-ciri tanaman kekurangan unsur kalsium.)

Cara mudah untuk mengatasi kekurangan kalsium pada tanaman adalah dengan menambahkan kapur dolomit. Kulit telur juga dapat menjadi altenatif karena kaya akan unsur kalsium, meski prosesnya agak lama untuk dapat diserap tanaman.

  1. Kekurangan Unsur Magnesium

Magnesium berperan penting dalam memperlancar proses fotosintesis serta mengalirkan energi dari sejumlah enzim tanaman. Jadi tanaman yang mengalami defisiensi unsur magnesium dicirikan dari adanya bercak-bercak kuning di permukaan daun karena energi yang tersedia sedikit. Ciri ini mirip dengan tanaman yang kekurangan cahaya.

kekurangan magnesium
(Ciri-ciri tanaman kekurangan unsur magnesium.)

Hampir sama dengan tanaman yang kekurangan kalsium, cara mengatasinya adalah dengan memberikan kapur dolomit serta pupuk daun yang mengandung unsur Mg.

  1. Kekurangan Unsur Belerang

Tanda-tanda tanaman yang kekurangan unsur sulfur atau belerang adalah warna daunnya kusam, menguning dan agak putih. Sedangkan pengaruhnya pada tanaman membuatnya tumbuh kerdil, berbatang pendek dan kurus.

kekurangan belerang
(Perbandingan tanaman yang kekurangan unsur belerang (kanan), dengan yang normal.)

Selain dari pupuk kandang, pemberian unsur belerang bisa dilakukan dengan pupuk daun dan pupuk kimia seperti ZA.

Di luar unsur hara makro, unsur hara mikro juga membantu tanaman tumbuh maksimal. Unsur hara mikro ini biasanya diaplikasikan dalam bentuk cair untuk disemprotkan langsung. Sehingga lebih cepat diserap oleh tanaman.

Baca Juga : Menyiasati Pemeliharaan Kebun Saat Lama Bepergian

Namun sebelum betul-betul memastikan tanaman kekurangan nutrisi, ada baiknya juga mengecek beberapa hal terlebih dahulu. Misalnya, melihat apakah ada tanda-tanda serangan hama atau penyakit, memperhatikan kondisi tanah terlalu basah atau malah terlalu kering, pemberian pupuk, serta rutinitas penyiraman kala cuaca sangat terik (musim kemarau).

Apabila langkah-langkah di atas sudah dilakukan tapi hasilnya tetap mengecewakan, hampir pasti tanaman Sampeyan memang bermasalah dengan asupan nutrisinya. Lha kalau kurang gizi, ya wajar tanaman jadi ngambek untuk tumbuh normal.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan