Harga Kubis Terjun Bebas, Petani India Lepas Ternak di Kebun

harga kubis anjlok
(Jatuhnya harga kubis membuat para petani di Madhya Pradesh membiarkan begitu saja ternak-ternak mereka berkeliaran di kebun dan memakan tanaman yang sudah siap panen. Image : indiatoday.in)

Pomidor.id – Para petani di Madhya Pradesh, India, memilih membiarkan ternak-ternak mereka makan dan berkeliaran bebas di kebun setelah harga kubis anjlok ke level terendah. Sekilo kubis di negara bagian yang terletak di jantung India itu kini hanya dihargai 25 paise  (tak sampai Rp 100)! Ironisnya, pemerintah negara bagian menolak melakukan intervensi untuk mencegah kerugian petani menyusul hancurnya harga kubis di pasaran.

Link Banner

Penolakan pemerintah negara bagian yang dipimpin Shivraj Singh Chouhan semata-mata karena jenis tanaman. Menurutnya, petani kubis tidak berhak mendapatkan kompensasi atas kerugian yang diderita akibat anjloknya harga disebabkan kubis bukan termasuk tanaman pertanian pokok seperti padi, melainkan tanaman hortikultura.

Dikutip dari India Today, Menteri Pertanian negara bagian Madhya Pradesh, Gaur Shankar Bisen, mengatakan pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa untuk meringankan kerugian besar petani.

“Kubis bukan produk pertanian, tapi produk hortikultura. Sehingga tanaman ini tidak termasuk tanaman yang dilindungi skema Bhavantar Bhugtan (kebijakan untuk melindungi perbedaan harga),” jelas Bisen.

Baca Juga : Petani India Buang Panenan Tomat Karena Harganya Anjlok

Kubis selama ini dibudidayakan pada ratusan hektar lahan di distrik Betul, Madhya Pradesh. Namun harga yang saat ini ditawarkan para tengkulak di daerah tersebut terlalu rendah, bahkan tidak mencukupi untuk sekedar biaya memanennya.

“Dengan harga segitu, kami bahkan tak sanggup memanennya. Apalagi kalau ditambah dengan hitung-hitungan biaya lain-lain seperti beli benih, pupuk, ongkos tenaga kerja  serta biaya pengangkutan. Satu-satunya yang bisa kami lakukan sekarang adalah melepaskan ternak-ternak ke kebun untuk memakannya,” ujar Shankar Rao Bhaskar, seorang petani yang menanamkan modalnya untuk menanam kubis di lahan seluas kurang lebih 10 hektar.

Sebenarnya tak hanya kubis, bawang putih pun pernah beberapa kali harganya jauh di bawah normal. Karena itu, para petani mendesak campur tangan pemerintah mengatasi hal ini. Akan tetapi lagi-lagi berdalih bahwa tanaman-tanaman tersebut termasuk produk hortikultura, pemerintah negara bagian menolak memasukkannya dalam skema Bhavantar Bhugtan.

Baca Juga : Petani Perancis Rentan Bunuh Diri Akibat Faktor Ekonomi

Merasa nasibnya diabaikan, para petani di Madhya Pradesh mengancam akan melakukan tindakan agitasi mulai 1 hingga 10 Juni mendatang. Selama sepuluh hari itu, tidak ada yang diijinkan untuk keluar masuk desa-desa di Madhya Pradesh. Rencana agitasi ini didukung lebih dari puluhan organisasi petani di wilayah tersebut.

Sementara itu, kubu oposisi juga tak ketinggalan mengecam sikap lepas tangan pemerintah negara bagian Madhya Pradesh atas hancurnya harga sayuran di pasaran. Mereka menyatakan bahwa itu sama saja dengan pemerintah membodohi dan menyengsarakan petani.

Be the first to comment

Leave a Reply