Konsumsi Buah Impor Jadi Simbol Status Sosial di India

buah impor simbol status sosial di india
(Buah-buahan impor yang dijajakan di pinggiran jalan di Kota Dawaat-e-Iftar, India. Buah-buahan yang didatangkan dari luar negeri ini kerap menjadi simbol status sosial di negaranya Mahatma Gandhi itu. Image : deccanchronicle.com).

Pomidor.id – Buah-buahan impor kini menjadi simbol status sosial di salah satu kota besar di India, Dawaat-e-Iftar. Hal ini karena buah-buahan tersebut harganya jauh lebih mahal serta kualitas dan rasanya lebih enak daripada buah-buahan lokal. Apel, buah beri, kiwi, jeruk, buah naga, alpukat, kurma, jambu biji dan buah ceri adalah contoh buah-buahan impor yang digemari kaum kaya di Iftar.

Link Banner

“Tak banyak orang membeli buah-buahan impor dalam kuantitas besar karena harganya yang mahal. Mahalnya harga ini berkaitan dengan simbol status sosial. Status sosial seseorang terangkat ketika membelinya. Tapi umumnya warga membeli buah-buahan eksotis yang didatangkan dari luar negeri dalam jumlah sedikit. Itu untuk konsumsi pribadi atau hadiah bagi seseorang,” kata M.A. Khadeer dari New Golden Fruit Agency, sebuah perusahaan suplier buah-buahan impor di India.

Khadeer menambahkan, apel didatangkan dari China, Australia, Amerika Serikat, Perancis, Italia, Yunani dan beberapa negara lainnya. Jeruk diimpor dari Mesir dan buah naga dari Thailand. Sedangkan pir, kiwi dan anggur berasal dari Iran.

Buah-buahan ini sebagian besar diimpor di luar musimnya. Untuk memperpanjang daya simpannya, biasanya dikemas rapi dan disimpan dalam gudang berpendingin.

Baca Juga : 3 Negara Teluk Cabut Larangan Impor Produk Pertanian Mesir

Mohammed Qamar, salah seorang importir buah mengatakan apel paling banyak diimpor karena permintaan konsumen memang sangat besar.

“Apel lokal hanya ada di musim dingin. Sementara tidak demikian halnya dengan apel impor. Padahal konsumen menginginkan apel ada setiap saat. Karena itu apel yang paling banyak didatangkan dari luar negeri untuk memenuhi permintaan pasar lokal,” jelas Qamar.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan