border=

Menteri Susi Minta Warga Pesisir Jaga Mangrove dan Terumbu Karang

mangrove dan terumbu karang vital bagi ekologi
(Terumbu karang patut dijaga kelestariannya karena merupakan tempat hidup banyak ikan yang dibutuhkan manusia. Image : wwf.or.id)

Pomidor.id – Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, saat melakukan kunjungan ke Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah, Selasa (15/5), meminta agar masyarakat setempat turut menjaga mangrove dan terumbu karang. Ia juga meminta masyarakat tidak melakukan penebangan pohon bakau karena dapat mengakibatkan air laut menyusut dan air tawar kering.

“Kalau pohon ditebangi, bakau yang menjaga pulau tidak kena abrasi ditebang, nanti air akan kering. Nanti mau dapat air tawar dari mana? Mau minum air laut?” ujarnya dikutip dari KKP News.

 border=

Selain itu Menteri Susi mengungkapkan, punahnya pohon bakau (mangrove) dapat mengakibatkan banyak petaka. Salah satunya merebaknya penyakit malaria dan demam berdarah akibat nyamuk dan berbagai serangga lainnya kehilangan habitatnya.

“Masyarakat di sini harusnya beruntung sudah ada gunung dari karang yang tumbuh subur,” imbuhnya seraya menambahkan bahwa bakau merupakan tempat bertelur ikan, udang, dan berbagai hewan laut lainnya yang aman dan terlindung.

Baca Juga : Banggai Cardinalfish Ditetapkan Sebagai Ikan Dilindungi Terbatas          

 border=

Tak hanya melindungi pohon bakau, Menteri Susi juga meminta masyarakat melindungi terumbu karang dengan tidak melakukan pengeboman ikan dan pengambilan terumbu karang untuk diperjualbelikan.

“Tadi saya berenang di Pulau Bakakan Kecil. Saya lihat semua karangnya hancur, berantakan, tidak ada lagi karang hidup. Pulaunya begitu cantik, pasirnya begitu putih tapi karangnya sudah habis. Menangis saya. Apa kerja nelayan itu ngebom ikan atau nangkap ikan yang benar?” tegas Menteri Susi.

Menteri Susi menyebutkan, kedaulatan negara dengan diusirnya kapal asing dari laut Indonesia susah tercapai. Kini ikan sudah banyak, tinggal bagaimana nelayan melindungi dengan berhenti melakukan penangkapan ikan yang merusak (destructive fishing) menggunakan bom atau bahan kimia lainnya.

Jika diperlukan, ia bahkan meminta agar masyarakat Banggai Laut membuat aturan adat istiadat sendiri untuk melindungi laut dan seisinya, termasuk mangrove dan terumbu karang. Hal ini mengingat karakteristik laut Banggai Laut yang terbuka dengan ikan residen dan menetap, sehingga jika habis dirusak, ikan baru tidak akan datang lagi dari pulau luar.

“Pemerintah bisa bantu dengan memberi kapal, jaring, pancing, perahu. Tapi kalau ikannya sudah tidak ada, mau tangkap apa dengan alat dan perahu itu?” ujar Menteri Susi.

menteri susi di banggai laut
(Menteri Susi Pudjiastuti saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah. Dalam kunjungannya, Menteri Susi meminta warga sekitar turut menjaga kelestarian mangrove dan terumbu karang. Image : kkp.go.id)

Baca Juga : Indonesia Tuan Rumah Our Ocean Conference 2018

Menteri Susi mengajak masyarakat mensyukuri nikmat Tuhan dengan menjaga ciptaan-Nya yang begitu indahnya. Ia meminta BKIPM untuk mengawasi kegiatan pengambilan terumbu karang maupun bambu laut, termasuk penangkapan lobster, kepiting, dan rajungan bertelur dan di bawah ukuran (undersize).

Agar laut sehat, ikan banyak dan lestari, Menteri Susi juga meminta masyarakat agar menyediakan satu hari libur menangkap ikan dalam seminggu. Hal ini untuk menyediakan waktu bagi hewan laut untuk bertelur dan berkembang biak.

“Kita jangan serakah dan tamak, habis ikan kita,” tandasnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan