border=

Mesin Spinner Ciptaan Mahasiswa UB Bantu Pelaku UMKM

mesin spinner ciptaan mahasiswa ub
(Para pelaku UMKM dan mahasiswa di acara pameran hasil karya mahasiwa Universitas Brawijaya. Image : istimewa)

Pomidor.id – Kendala terbesar bagi para pelaku UMKM selain keterbatasan modal dan pemasaran, umumnya adalah sarana produksi yang kurang maksimal. Dengan peralatan ala kadarnya, tentunya hal ini akan berimbas pada produktivitas yang rendah. Oleh karena itu, beberapa mahasiswa teknik industri Universitas Brawijaya mencoba membantu para pelaku UMKM ini dengan menciptakan mesin spinner yang dapat mempercepat serta menambah kapasitas produksi mereka.

Mesin spinner ciptaan mahasiswa teknik industri tersebut diperlihatkan di acara pameran hasil karya mahasiswa Universitas Brawijaya (UB), Senin (14/5). Menurut Diana Dwi Wahyuni, salah seorang produsen aneka kripik olahan skala rumah tangga, kehadirannya di acara pameran itu adalah atas undangan dari pihak kampus.

Muat Lebih

 border=

Baca Juga : Kemendag Dorong Pelaku Usaha Kecil dan Menengah Miliki SIUP

Ia diundang sebagai perwakilan pelaku usaha kecil dan menengah. Tak hanya itu, ia diminta menceritakan kegiatan mahasiswa UB yang magang di tempat produksinya. Kemudian ia juga diminta mengungkapkan kendala-kendala apa saja yang ia hadapi selama menggeluti usahanya.

diana dwi wahyuni
(Diana Dwi Wahyuni mejeng di sela-sela acara pameran di UB. Image : istimewa)

“Kalau tentang kesulitan, saya terbentur pada persoalan produksi yang kurang maksimal. Makanya saya minta alat atau mesin spinner yang bisa mempercepat proses pengolahan produksi. Tapi sebelumnya sempat ditolak oleh dosen pembimbing mereka. Katanya, sih, kurang inovatif,” jelas Diana.

Namun Diana segera menyanggah bahwa untuk menggunakan mesin yang lebih modern sangatlah mahal. Dan pengadaannya juga sulit dijangkau oleh pengusaha kecil seperti dirinya.

bagan mesin spinner
(Bagan mesin spinner ciptaan mahasiswa teknik industri UB. Image : istimewa)

“Bagi kami pelaku usaha kecil, spinner manual buatan anak-anak UB ini sudah cukup inovatif. Lagipula yang paling penting, spinner ini bisa berfungsi dengan baik dan membantu mempercepat proses serta menambah kapasitas produksi,” tambahnya.

Baca Juga : Pemanfaatan Teknologi Digital Tingkatkan Daya Saing IKM Nasional

Pihak kampus sendiri akhirnya dapat memahami penjelasan Diana. Mereka mengatakan mendukung kreasi para mahasiswanya jika itu memang betul-betul menunjang kinerja pelaku usaha yang mereka damping.

“Di akhir acara, Pak Ketua Jurusan dan dosen pembimbingnya malah mengatakan mesin spinner ciptaan anak-anak mahasiswa itu akan disempurnakan. Apalagi ada dana 10 juta sampai 12 juta untuk merealisasikannya,” pungkas Diana.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan