Pakar Palaeobotanist Ungkap Ubi Jalar Berasal dari Asia, Bukan Amerika

ubi jalar
(Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa ubi jalar adalah tanaman yang berasal dari Asia, bukan dari benua Amerika. Image : earth.com)

Pomidor.id – Sebuah studi yang mendalami beberapa fosil tumbuhan mengungkapkan fakta baru tentang sejarah evolusi ubi jalar. Tanaman yang dikenal luas masyarakat Jawa dengan nama telo itu, ternyata berasal dari Asia. Bukan dari daratan Amerika seperti yang diyakini banyak kalangan ilmuwan pemerhati tanaman.

Sebelumnya lebih dominan anggapan bahwa ubi jalar (Ipomoea batatas L.) adalah tanaman asli Amerika Tengah dan Selatan. Namun sebuah studi yang dilakukan oleh David Dilcher, seorang palaeobotanist (ahli fosil tanaman) dari Universitas Indiana, Amerika Serikat, membantah anggapan tersebut. Dalam penelitiannya, tanaman ubi jalar sebenarnya berasal dari Asia.

Dipublikasikan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, Dilcher dan timnya mempelajari fosil tanaman berusia 57 juta tahun di timur India. Tanaman tersebut adalah ubi jalar yang masih termasuk dalam famili morning glory.

Kendati bukti fosil sebelumnya menunjukkan famili morning glory berasal dari Amerika Utara, Dilcher menemukan bahwa famili tumbuhan tersebut sesungguhnya berasal jauh lebih awal dari jaman Paleosen akhir di daratan Gondwana Timur, yang kemudian menjadi bagian dari Asia.

Para peneliti menganalisa 17 fosil dari famili morning glory yang diketemukan di wilayah timur laut India. Fosil-fosil tanaman tersebut sejauh ini adalah famili morning glory tertua yang pernah tercatat.

morning glory
(Ubi Jalar masih termasuk dalam famili morning glory. Image : phys.org)

Baca Juga : China Kembangkan Varietas Padi yang Tahan Air Asin

Dilcher dan tim peneliti menggunakan analisis mikroskopis dari bentuk dan struktur daun. Kemudian membandingkan secara detil urat-urat daun dan sel-sel fosil daun dengan tanaman lain dalam genus Ipomoea yang sama, termasuk ubi jalar.

Hasilnya, fosil di genus Ipomoea, baik ubi jalar maupun morning glory, kemungkinan besar berasal dari Asia.

“Saya pikir (penelitian) ini akan banyak mengubah pandangan orang,” jelas Dilcher dilansir jurnal ilmiah Universitas Indiana.

“Hasil ini akan menjadi data yang dapat diambil dan digunakan ketika para peneliti mencoba menemukan masa evolusi kelompok utama tanaman bunga,” tambahnya.

Metode menganalisis fosil tumbuhan untuk lebih memahami hubungan evolusinya merupakan spesialisasi Dicher. Dengan demikian, akurasi atau ketepatannya diakui sehingga sedikit banyak dapat mengurangi kesimpangsiuran asal usul ubi jalar.

Selama ini memang berkembang beberapa teori tentang asal muasal ubi jalar. Ada yang menyatakan bahwa tanaman ini berasal dari benua Amerika yang dibawa ke Polinesia oleh orang-orang yang datang dari Amerika Selatan. Ada yang menyatakan bibit umbi-umbian ini hanyut ke Pasifik. Tapi ada pula yang berteori jika tanaman ini asli Papua.

Baca Juga : Tak Suka Makanan Transgenik? Jangan Makan Jagung!

Di Indonesia sendiri, ada beberapa varietas ubi jalar yang dibudidayakan. Namun yang paling terkenal saat ini adalah Ubi Cilembu. Ubi jalar yang menjadi produk unggulan Jawa Barat (tepatnya Kabupaten Sumedang) itu, memiliki keistimewaan menyolok.

Ubi Cilembu tidak cocok digoreng, tapi justru lebih enak dipanggang atau dioven. Pasalnya, ketika dipanggang, getahnya akan meleleh seperti madu dan terasa lengket. Ubi ini kerap juga dijuluki ubi madu karena rasanya yang sangat manis dan pulen dibandingkan ubi-ubi yang lain.

ubi cilembu
(Ubi Cilembu yang rasanya jauh lebih enak dipanggang/dioven ketimbang digoreng. Image : cookpad.com)

Sedangkan dari sisi kesehatan, ubi jalar, apa pun varietasnya, merupakan sumber karbohidrat yang sangat penting bagi sistem ketahanan pangan sehingga layak untuk dijadikan alternatif makanan pokok pendamping nasi. Selain kaya karbohidrat sebagai kandungan utamanya, ubi jalar juga mengandung vitamin, mineral, antioksidan dan serat.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan