border=

Penyakit Busuk Daun Pada Tanaman Kentang

penyakit busuk daun pada tanaman kentang
(Tanaman kentang yang telah terinfeksi spora jamur Phytophthora Infestans yang menyebabkan penyakit busuk daun. Image : alamy.com)

Pomidor.id – Salah satu penyakit yang menjadi momok petani kentang adalah penyakit busuk daun (late blight). Penyakit yang juga dikenal sebagai penyakit hawar daun ini sangat menakutkan karena dapat menyebabkan kegagalan panen, penurunan hasil secara signifikan hingga melonjaknya biaya untuk pemeliharaan tanaman. Tak heran jika penyakit ini menjadi perhatian serius para pemulia kentang di seluruh dunia.

Penyakit busuk daun pada kentang disebabkan oleh patogen Phytophthora Infestans. Pembentukan dan perkecambahan konidiumnya sangat dipengaruhi oleh suhu, kelembaban dan curah hujan. Sedangkan penyebaran spora/patogen melalui angin, air atau serangga.

 border=
Phytophthora Infestans
(Spora jamur Phytophthora Infestans. Image : hort.cornell.edu).

Jika spora Phytophthora Infestans sampai ke daun kentang yang basah, maka spora patogen akan berkecambah dengan mengeluarkan zoospora atau langsung membentuk tabung kecambah. Setelah itu masuk ke bagian tanaman dan akhirnya terjadilah infeksi busuk pada daun tanaman kentang.

Spora yang jatuh ke tanah akan menginfeksi bagian umbi kentang, dan pembusukannya dapat terjadi di dalam tanah atau pada tempat penyimpanan kentang. Penyakit busuk daun pada kentang umumnya sering terjadi di daerah sentra tanaman kentang dataran tinggi yang bersuhu rendah dengan kelembaban yang tinggi.

umbi kentang yang terserang busuk daun
(Penampakkan umbi kentang yang tanamannya terserang penyakit busuk daun. Image : hort.cornell.edu).

Berdasarkan kebiasaan dan pengalaman petani kentang, biasanya penyakit busuk daun kentang timbul setelah tanaman berumur 5 – 6 minggu setelah tanam.

 border=

Baca Juga : Penyakit Busuk Daun Serang Petani Kentang Bangladesh

Gejala Serangan

daun tanaman kentang terserang busuk daun
(Daun tanaman kentang tampak gosong akibat serangan penyakit busuk daun. Image : alamy.com)

Gejala pertama dari penyakit busuk daun adalah terdapatnya luka pada daun dengan bentuk yang tidak beraturan dan berwarna gelap setelah 3-5 hari terinfeksi. Gejala tersebut biasa terlihat pada daun-daun sebelah bawah, dekat titik pangkal bagian pinggir daun. Serangan pada pinggir daun ini menyebabkan bentuk daun tidak normal, dan warna berubah terang kemudian mati setelah beberapa hari.

Serangan pada bagian batang menyebabkan daun-daun gugur, batang terlihat terang dan kehilangan warna. Gejala serangan ini akan terus terjadi di sepanjang batang dan tetap aktif pada kondisi panas atau cuaca kering.

Sedangkan serangan pada umbi menyebabkan bercak yang berwarna coklat atau hitam ungu, masuk sampai 3-6 mm kedalam umbi dan tampak waktu digali maupun waktu penyimpanan. Gejala lebih jelas tampak setelah penyimpanan dan dapat menutupi seluruh umbi dan menyebabkan busuk karena perkembangan pathogen serta adanya organisme sekunder. Tak hanya kentang, tanaman tomat pun rentan terhadap penyakit ini.

busuk daun pada tomat
(Selain kentang, spora jamur Phytophthora Infestans juga dapat menginfeksi tanaman tomat. Image : pestnet.org)

Baca Juga : Stemphylium Leaf Blight, Penyakit Bercak Daun Pada Bawang Merah

Pengendalian

Untuk mengendalikan penyakit busuk daun ini petani kerap mengandalkan fungisida. Namun pemakaian yang berlebihan selain membutuhkan biaya besar, juga mencemari lingkungan.

Karena itu pengendalian penyakit ini sesungguhnya yang paling efektif dan ramah lingkungan adalah dengan penyilangan tanaman kentang budidaya dengan kentang liar untuk memunculkan mekanisme ketahanannya yang bersifat alami. Namun cara ini selain rumit juga tidak menjamin seratus persen efektivitasnya.

Ada lagi cara lain. Yakni, dengan melakukan rekayasa genetika tanaman kentang untuk mendapatkan gen yang resisten terhadap penyakit busuk daun. Sayangnya, cara ini masih mengundang pro kontra berkaitan dengan ada tidaknya efeknya terhadap kesehatan.

Satu hal yang pasti, kentang merupakan salah satu makanan pokok sebagian penduduk dunia. Maka jika tak dikendalikan, akibat dari serangan penyakit ini juga tak main-main.

Pada tahun 1845-1860 terjadi kelaparan massal di Irlandia yang disebabkan gagal panen kentang yang saat itu merupakan makanan pokok. Puluhan tahun kemudian, tepatnya di tahun 1917, busuk daun kentang juga membinasakan sepertiga tanaman kentang yang sebagian besar berada di wilayah kekuasaan Kerajaan Astro-Hongaria dan Prusia. Hancurnya panenan kentang di tahun itu, menurut para pakar sejarah, menjadi salah satu faktor penyebab kalahnya Jerman dalam Perang Dunia I. Tentara Jerman kekurangan pasokan logistik makanan.

ilustrasi kelaparan hebat di Irlandia
(Ilustrasi kelaparan hebat (great famine) yang melanda Irlandia di abad ke-19. Lebih dari satu juta warga Irlandia meninggal dan dua juta lainnya mengungsi akibat serangan busuk daun pada tanaman kentang yang merupakan makanan pokok penduduknya. Image : paintingandframe.com)

Baca Juga : Serbuan Hama dan Penyakit Ancam Ketahanan Pangan Global

Sementara di Indonesia, khususnya di Jawa, penyakit busuk daun kentang pertama kali ditemukan gejalanya sekitar tahun 1935-1936. Diduga kuat jamur patogen penyebab penyakit tersebut terbawa oleh benih umbi-umbian yang didatangkan dari Belanda.

Dugaan ini muncul karena di masa-masa sebelumnya, tidak pernah ada riwayat tanaman kentang di Indonesia terserang infeksi busuk daun yang disebabkan oleh spora jamur Phytophthora Infestans.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan