border=

Mengenal Petunia, Si Bunga Terompet yang Menawan

petunia, si bunga terompet
(Bunga Petunia, juga dikenal dengan nama si bunga terompet, merupakan tanaman hias yang sangat indah karena memiliki perpaduan warna warni yang menawan. Image : lovethegarden.com)

Pomidor.id – Petunia merupakan salah satu bunga yang sangat popular di kalangan pecinta tanaman hias. Bunga ini kerap pula dijuluki si bunga terompet karena bentuknya yang mirip terompet dengan perpaduan aneka warna. Kelebihan lain petunia adalah ia termasuk jenis tanaman menjulur sehingga sangat menawan jika dijadikan tanaman hias gantung.

Dilihat dari asal usulnya, si bunga terompet ini awalnya tumbuh liar di daratan Amerika Selatan, tepatnya Argentina. Namun sejak kedatangan bangsa Eropa, bunga ini pun menyebar ke seluruh dunia, termasuk ke Indonesia.

 border=

Keluarga petunia terdiri dari banyak jenis. Ada yang kelopaknya halus, bergaris-garis, warna yang bervariasi, hingga pola mekar bunganya yang tidak seragam. Saat ini, sebagian besar bunga petunia yang dijual adalah jenis hibrida yang memang dikembangkan untuk tujuan komersial.

petunia gantung
(Petunia juga sangat cocok ditempatkan sebagai tanaman gantung di dekat jendela. Image : backyardgardenlover.com)

Walau pun terdiri dari banyak jenis, petunia dapat dibagi dalam dua kelompok besar. Yakni, Petunia Grandflora yang bunganya besar dan cocok ditanam dalam pot tapi kurang tahan hujan. Yang kedua adalah Petunia Multiflora yang bunganya lebih kecil tapi jumlahnya banyak dan relatif lebih tahan basah (hujan).

Baca Juga : Bunga Tulip, Bunga Kehidupan Kebanggaan Belanda

 border=

Karena habitat aslinya adalah di daerah pegunungan, petunia sebenarnya kurang cocok jika dibudidayakan di dataran rendah. Kalau pun ditanam di daerah berhawa panas, maka penyiramannya harus lebih rutin. Setidaknya dua kali sehari, pagi dan sore.

Dengan alasan estetika serta mempermudah meletakkannya di tempat-tempat yang diinginkan, petunia sering kali sengaja di tanam di dalam pot. Untuk petunia yang dipelihara di dalam pot, sebaiknya menggunakan media tanam campuran pasir, tanah, kompos batang pinus dan pupuk kandang.

petunia dalam pot
(Dengan pot ukuran besar, petunia akan tampak semakin cantik karena dapat ditanam secara bergerombol. Image : thompson-morgan.com)

Pot yang akan dipakai juga usahakan bukan yang berukuran kecil. Ini karena si bunga terompet ini akan terlihat semakin cantik jika ditanam secara bergerombol dengan kombinasi aneka warna dalam satu pot. Kalau potnya terlalu kecil, tentu akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman menjadi tidak maksimal.

Sedangkan jika ingin menanamnya langsung di tanah sebagai bagian dari penataan taman di halaman, tempatnya harus sedikit lebih tinggi dari tanaman lain, rumput misalnya. Kemudian untuk mempercantiknya, bisa diberi tanaman pembatas seperti tanaman semak perdu, maranta bali, spider lily, kucai mini, dlsb.

semak2 petunia
(Walau pun hanya satu warna, petunia yang dibikin “semak-semak” pun tak kalah indahnya. Image : costafarms.com)

Baca Juga : Kenikir Sebagai Tanaman Hias Sekaligus Pengendali Hama

Selain penyiraman yang teratur, hal yang perlu diperhatikan dalam merawat petunia adalah mewaspadai serangan hama kutu daun dan ulat. Segera singkirkan jika melihat tanda-tanda adanya dua musuh utama tanaman ini. Cara menyingkirkannya bisa secara manual atau pun menggunakan insektisida yang ramah lingkungan.

serangan ulat di petunia
(Ulat adalah salah satu hama utama tanaman petunia. Jika dibiarkan, tanaman akan rusak. Untuk menanggulanginya, bisa dengan cara manual atau pun menyemprotkan pestisida yang ramah lingkungan. Image : pinterest.com)

Masalah lain yang bisa mengganggu pertumbuhan petunia adalah penyakit tanaman seperti busuk lunak dan jamur. Untuk mencegahnya, perhatikan kondisi media tanam agar tidak terlalu lembab. Kendati membutuhkan penyiraman yang rutin, jangan sampai airnya menggenang karena hal ini akan membuat si bunga terompet rentan serangan jamur dan busuk akar.

2 Komentar

Tinggalkan Balasan