border=

Agen Biodegradable Gantikan Insektisida Kimiawi Lindungi Tanaman

Agen Biodegradable Gantikan Insektisida Kimiawi untuk Lindungi Tanaman
(Penyemprotan dengan menggunakan insektisida kimiawi semacam ini tak hanya meninggalkan residu berbahaya bagi kesehatan, tapi juga dapat membunuh serangga dan mikro organisme menguntungkan lainnya. Image : theecologist.org)

Pomidor.id – Insektisida kimiawi yang umum digunakan selama ini tak hanya membunuh hama pengganggu tanaman, tapi juga membahayakan kehidupan lebah dan serangga bermanfaat lainnya. Gawatnya lagi, penggunaan insektisida kimiawi secara berlebihan juga berdampak buruk pada keanekaragaman hayati di tanah, danau, sungai serta laut.

Mengingat dampak buruk insektisida kimiawi ini, sebuat tim dari Technical University of Munich (TUM) mengembangkan altenatif baru berupa agen biodegradable yang dapat menghalau hama pengganggu tanaman tanpa harus meracuninya.

 border=

“Ini bukan semata-mata tentang lebah. Tapi ini tentang kelangsungan hidup umat manusia,” demikian pernyataan Profesor Thomas Brück, Kepala Bioteknologi Sintetik Werner Siemens di TUM.

“Tanpa lebah yang berjasa sebagai pollinator (penyerbuk) berbagai macam tanaman, populasi manusia di dunia bakal terancam krisis pangan,” imbuhnya.

Baca Juga : Sayangi Lebah, Karena Tanpanya Manusia Bisa Punah

 border=

Penggunaan massal insektisida yang diproduksi secara sintetik diakui tak hanya membahayakan lebah, namun juga kumbang, kupu-kupu dan belalang. Selain itu, insektisida kimiawi ini juga berpengaruh buruk terhadap aneka kehidupan di tanah, danau, sungai dan laut. Karena itu hingga saat ini penggunaannya mengundang kontroversi.

lebah sebagai polinator
(Penggunaan insektisida sintetis secara serampangan berdampak buruk bagi lebah. Terus menyusutnya jumlah lebah yang berperan sebagai pollinator, akan berpengaruh pula terhadap menurunnya produktivitas tanaman pangan. Image : pinterest.com)

Setelah melalui sejumlah penelitian, Brück dan timnya ini telah menemukan alternatif yang lebih ramah lingkungan. Repelen (penolak) serangga yang mereka kembangkan bersifat biodegradable alias tidak berbahaya secara ekologis.

Ketika disemprotkan ke tanaman, repelen tersebut bekerja seperti pengusir nyamuk, menyebarkan bau yang tidak disukai hama pengganggu.

“Dengan pendekatan ini akan ada perubahan mendasar dalam perlindungan tanaman pangan. Alih-alih menyemprotkan cairan kimia yang bisa membahayakan spesies lainnya yang bermanfaat, agen biodegradable ini hanya menghalau hama pengganggu tanaman. tanpa harus membunuhnya,” jelas Brück.

Inspirasi penggunaan metode tersebut didapat dari tanaman tembakau yang menghasilkan cembratrienol/CBTol (nikotin) di daunnya. Zat ini diproduksi tanaman tembakau untuk melindungi diri dari serangan hama.

Menggunakan alat bioteknologi sintetis, Brück dan timnya mengisolasi bagian genom tanaman tembakau yang berperan dalam pembentukan molekul CBTol. Mereka kemudian menaruhnya ke dalam genom bakteri coli. Dengan perantara dedak gandum atau padi, bakteri yang dimodifikasi secara genetik tersebut sekarang dapat menghasilkan zat aktif yang diinginkan.

Baca Juga : Jamur Berperan Membantu Menyediakan Oksigen

Penelitian awal menunjukkan bahwa tanaman yang disemprot dengan CBTol tidaklah beracun untuk serangga, namun dapat melindunginya dari serangan kutu daun. Karena sifatnya biodegradable, cairan tersebut mudah terurai.

Selain itu, uji bioaktivitas menunjukkan cembratrienol memiliki efek antibakteri. Sehingga dapat digunakan pula sebagai semprotan disinfektan terhadap beberapa patogen seperti Staphylococcus aureus, Streptococcus pneumoniae, serta Listeria monocytogenes (patogen listeriosis).

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan