Buah Durian itu Buah Asli Indonesia, Lho…

buah durian asli Indonesia
(Durian Monthong dan Kanyao yang sangat dibanggakan Thailand, sesungguhnya berasal dari Indonesia. Namun di Thailand, durian yang bibit aslinya berasal dari Kalimantan ini dikembangkan hingga menjadi durian Monthong seperti yang kita kenal saat ini. Image : tripadvisor.com)

Pomidor.id – Siapa sih yang tak kenal durian monthong? Buah durian yang memiliki aroma harum, rasa lezat serta ukurannya yang rata-rata besar ini selalu diasosiasikan dengan Thailand. Padahal jika ditelusuri jauh ke belakang, durian bukanlah asli tanaman dari negara gajah putih itu, melainkan dari Indonesia. Ya, asal usul durian di seluruh dunia memang adalah dari Indonesia.

Link Banner

Salah satu bukti bahwa durian adalah asli Indonesia bisa dilihat dari relief di Candi Borobudur yang menggambarkan suatu buah yang memiliki banyak duri di bagian luarnya. Relief tersebut menunjukkan sejak ratusan tahun lalu durian sudah ada dan dikenal masyarakat.

Buah durian sendiri pertama kali ditemukan di pulau Sumatra dan Kalimantan. Melalui aktivitas perdagangan dan mobilisasi penduduk di beberapa wilayah di sekitar Asia Tenggara, buah beraroma menyengat ini kemudian dibawa dan dikembangkan di Thailand, Filipina, Vietnam, Australia hingga ke seluruh dunia. Dari pengembangan yang terus menerus dilakukan, kini ada kurang lebih 300 varian durian yang dibudidakan di berbagai negara.

Baca Juga : Petani Buah Thailand Pasang Chip Anti Maling

Durian monthong (Mon Thong) yang menjadi andalan Thailand, plasma nutfah (bibit asli) berasal dari Indonesia yang setelah mengalami proses panjang penelitian dan pengembangan di sana, menjadi durian monthong seperti yang kita kenal sekarang. Selain monthong, Thailand memiliki pula durian Chennai dan Kanyao (Gan-You) yang sangat popular.

durian musang king
(Durian Musang King Malaysia. Karena dikelola secara profesional dengan promosi gila-gilaan, durian yang juga berasal dari Kalimantan ini menjadi komoditas ekspor yang sangat menguntungkan bagi negara jiran tersebut. Image : malaysiafreebies.com)

Sementara negara-negara penghasil durian lainnya adalah Filipina (Umali), Malaysia (Musang King, Kinabalu), Brunei (Pulu), Singapura (Mao Shan Wang), Vietnam (Sau Rieng Ri), serta masih banyak lagi varian durian di berbagai negara.

Indonesia sebagai habitat asli tanaman yang memiliki nama latin Durio zibethinus ini tentu mempunyai jenis yang jauh lebih banyak lagi. Meski pusat keanekaragaman durian tetap dipegang Kalimantan, namun plasma nuftah durian juga tersebar di banyak wilayah di Indonesia seperti di Sumatra, Sulawesi, Jawa, NTB, Kepulauan Maluku, dlsb.

Bahkan durian-durian lokal ini memiliki kekhasan yang tidak ada pada durian-durian dari negara lain. Entah itu keunikan pada bentuk, warna, aroma atau pun rasanya.

Misalnya, durian gundul di NTB. Diberi nama durian gundul karena bentuknya yang memang tanpa duri alias gundul. Dengan berat rata-rata tak sampai 1 kg, sepintas durian gundul ini mirip buah sukun. Meski demikian, durian khas Lombok ini rasanya tak kalah nikmat dengan durian-durian lainnya.

durian gundul
(Durian gundul asal Lombok, NTB yang sepintas mirip buah sukun. Walau pun tanpa duri, namun rasanya tak jauh beda dengan durian-durian lainnya. Image : wisatadilombok.com)

Ada pula durian dengan warna nyleneh seperti merah atau oranye. Buah durian dengan warna tak lazim ini bisa dijumpai di Jawa dan Kalimantan. Di Jawa, tepatnya di Banyuwangi, penduduk lokal menyebutnya Duren Abang atau Dubang. Untuk yang di Kalimantan, warga Kalimantan Timur menamai durian oranye dengan Lay, sedangkan warga Kalimantan Selatan menyebutnya Pampaken.

durian merah dan oranye
(Durian merah dan oranye yang tumbuh di ujung timur Pulau Jawa dan Kalimantan. Kurang gencarnya promosi, membuat durian yang warnanya menggoda selera ini kalah populer dengan aneka durian dari negara tetangga. Image : pinterest.com)

Baca Juga : Juwet Putih, Tanaman Langka yang Nyaris Tak Dilirik Orang

Dengan begitu beragamnya jenis durian di Indonesia, mustinya kita tak kalah dengan negara-negara lain yang hanya memiliki beberapa varian durian. Sayangnya, kelemahan kita yang sering kita anggap remeh adalah minimnya kesadaran untuk membranding produk. Selain itu, penanganan perkebunan durian yang umumnya masih dikelola secara tradisional membuat durian lokal kalah pamornya bersaing dengan durian impor.

Sesederhana apa pun produk, jika kita getol mempromosikannya, tentu produk itu akan dikenal luas. Apalagi produk ini berupa buah-buahan asli yang tak bisa tumbuh di sembarang tempat.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan