Otoritas UAE Manfaatkan Drone untuk Petakan Potensi Pertanian

drone untuk petakan potensi pertanian di uae
(Untuk menganalisa potensi pertanian di Uni Arab Emirat, otoritas setempat akan mengandalkan pengumpulan data dari drone. Image : arabianbusiness.com)

Pomidor.id – Kementrian Perubahan Iklim dan Lingkungan Uni Arab Emirat (MOCCAE) belum lama ini merilis proyek baru untuk mensurvey dan memetakan wilayah-wilayah potensi pertanian di negara teluk tersebut dengan menggunakan pesawat nir awak atau drone. Penggunaan drone dinilai dapat mengumpulkan data secara akurat dan lebih efisien.

Link Banner

Untuk mewujudkan proyek tersebut, MOCCAE mengundang beberapa perusahaan drone profesional di UAE. Pada minggu kedua bulan Juni ini, langkah pertama penggunaan drone akan meliputi survey dan pemetaan di wilayah Wadi Al Khib di Fujairah (satu dari daerah yang membentuk Uni Arab Emirat). Selain drone, pemetaan potensi pertanian itu juga akan menggunakan teknologi penunjang lainnya.

“Menggunakan drone untuk memetakan wilayah potensi pertanian adalah solusi ideal untuk memperoleh data dari udara beresolusi tinggi yang sangat efisien. Pemetaan itu termasuk pula pemetaan topografi, kontur tanah dan vektor dalam tiga dimensi. Seluruh data akan dianalisa secara sistematis untuk menghasilkan statistic maupun informasi akurat yang dapat diperbarui terus menerus,” demikian pernyataan Menteri Perubahan Iklim dan Lingkungan UAE, Dr. Thani bin Ahmed Al Zeyoudi, dilansir dari ITP News, laman berbasis teknologi di Jazirah Arab.

Dr. Thani bin Ahmed Al Zeyoudi
(Menteri Perubahan Iklim dan Lingkungan UAE, Dr. Thani bin Ahmed Al Zeyoudi)

“Melalui proyek ini kami berharap dapat menciptakan database pertanian yang akurat sehingga mendukung pengambilan keputusan dan perencanaan ke depannya. Ini sangat penting untuk mencapai presisi potensi pertanian di negara kami,” imbuhnya.

Baca Juga : Sistem Manajemen Manufaktur Ala Toyota Untuk Pertanian

Beberapa informasi yang akan dikumpulkan dalam proyek penggunaan drone tersebut di antaranya adalah sejumlah greenhouse (yang dikontrol ketat temperaturnya), area penahan angina, lahan yang kurang subur, fasilitas dan bangunan pertanian, jumlah sumur di daerah peternakan, jenis tanah dan salinitasnya, serta populasi ternak (unta, sapi, domba, kambing, kuda, dlsb).

Tak ketinggalan pula akan dikumpulkan data penunjang seperti jumlah sarang lebah di sekitar lahan pertanian, batas-batas geografis dan pengklasifikasian lahan pertanian (tanaman pangan, peternakan atau pun campuran keduanya). Pengumpulan data melalui drone juga termasuk pemilahan area pertanian sementara dengan yang permanen, kalkulasi jumlah pohon kurma dan buah-buahan lainnya, serta area-area pertanian yang dilindungi.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan