Indonesia dan Rusia Perkuat Kerja Sama di Bidang Pertanian

indonesia dan rusia perkuat kerja sama pertanian
(Rusia merupakan salah satu produsen gandum terbesar di dunia sehingga bisa menjadi alternatif impor bagi Indonesia untuk memenuhi kebutuhan gandum nasional. Sebaliknya, Indonesia berpeluang memperbesar pasar sawit dan turunannya ke negara beruang merah tersebut. Image : id.rbth.com)

Pomidor.id – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menerima kunjungan kerja Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mrs. Lyudmila.G.Vorobieva, Jumat (8/5) di Jakarta. Pertemuan ini membahas kerja sama Indonesia dan Rusia guna memajukan industri pertanian nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Link Banner

“Kita tahu kita impor gandum dari Rusia, tapi kita juga ekspor palm oil (sawit), karet, kakao dan beberapa produk pertanian lain ke Rusia,” jelas Menteri Amran.

Menurut Amran, masalah sawit menjadi perhatian serius, karena selama ini Masyarakat Uni Eropa kerap melakukan black campaign (kampanye negatif). Rusia sebagai salah satu negara mitra di Eropa, sangat optimis dengan pertanian Indonesia dan saling membutuhkan kerja samanya khususnya untuk melakukan counter act terhadap palm oil Indonesia.

“Kami minta  Rusia melakukan counter act sehubungan palm oil dari Indonesia, sebagaimana mereka tidak pernah melakukannya. Dan mereka setuju,” imbuh Mentan sebagaimana dilansir laman kementeriannya.

Baca Juga : Indonesia Ingin Bangun Kemitraan Sejajar dengan EU Soal Kelapa Sawit

Menteri Amran berharap pendekatannya jangan hanya environment, tetapi juga community wealth (kesejahteraan masyarakat komunitas petani sawit-red). Terdapat 30 juta orang yang tergantung pada sawit, jika dilakukan black campaign di negara-negara Eropa, otomatis bisa harga CPO (minyak sawit) turun.

“Dan ini secara tidak langsung akan berdampak pada kerusakan lingkungan. Masyarakat bisa pindah membabat hutan karena sawit yang biasa dijualnya turun,” ucapnya.

Mentan dan Dubes Rusia
(Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dengan Duta Besar Federasi Rusia untuk Republik Indonesia, Lyudmila.G.Vorobieva. Indonesia dan Rusia sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang pertanian. Image : pertanian.go.id)

Lebih lanjut Amran mengatakan pemimpin-pemimpin negara Eropa sudah mengerti mengenai hal ini, di antaranya setelah melakukan pertemuan dengan Menteri Pertanian Jerman, Spanyol, Denmark dan kini Rusia.

Selain sawit, Amran menegaskan bentuk kerja sama kedua negara adalah mendorong agar Indonesia bisa mengekspor buah-buahan, di antaranya mangga, salak, dan lainnya.

“Kita ingin buah-buahan juga mengikuti sukses jagung, bawang dan ayam yang sudah ekspor. Kita harus bela dan lindungi petani Indonesia.” ujar Amran.

Baca Juga : Geser AS, Rusia Kini Super Power Baru di Sektor Pertanian

Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mrs. Lyudmila G. Vorobieva menyampaikan ucapan terima kasihnya dengan pertemuan yang sangat produktif hari ini. Indonesia dan Rusia adalah dua negara dengan hasil tani yang cukup besar sehingga sangat strategis utk melakukan kerjasama.

“Rusia memilih Indonesia untuk minyak sawit dan produk turunannya, karena Indonesia salah satu negara yang memproduksi minyak sawit paling banyak di dunia,” kata Lyudmila.

Bukan hanya sawit, lanjutnya, Rusia juga impor karet, kopi, teh, kakao dan lainnya dari Indonesia. Rusia membuka diri sehingga meminta agar produk buah buahan Indonesia masuk ke pasar Rusia.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan