Mangga Miyazaki, Cara Panennya Beda dengan Mangga Lainnya

Mangga Miyazaki
(Mangga Miyazaki ketika masak tampak menggoda selera. Sayang, harga perbijinya bikin sesak nafas saking mahalnya. Image : the-japan-news.com)

Pomidor.id – Kendati bukan negara tropis, Jepang mempunyai satu jenis mangga yang unik, yakni mangga Miyazaki. Mangga yang dibudidayakan di Perfektur Miyazaki ini, hanya dipanen ketika betul-betul masak yang ditandai dengan jatuhnya buah dari pohonnya. Metode pemanenan seperti ini diyakini akan menghasilkan buah mangga yang lebih manis.

Link Banner

Sebelumnya Perfektur Miyazaki lebih dikenal sebagai daerah penghasil jeruk mandarin dan sayuran di Jepang. Namun ketatnya persaingan pasar atas produk-produk sejenis, banyak petani di perfektur tersebut yang beralih membudidayakan mangga sejak tahun 1980-an.

Walau pun masih kalah dengan Perfektur Okinawa yang memang sudah lama menjadi produsen nomor satu mangga di negara matahari terbit itu, mangga yang dibudidayakan di Perfektur Miyazaki tetap memiliki kekhasan tersendiri. Apalagi metode pemanenannya berbeda dengan mangga-mangga lainnya. Mangga Miyazaki, sesuai dengan nama perfekturnya, hanya dipanen ketika masak pohon.

Penanda masak pohon tak hanya tampak dari tampilan fisiknya saja, tapi buah yang sudah matang itu harus rontok sendiri dari cabang pohonnya. Agar tak bonyok saat jatuh, setiap buah dipasangi jaring kecil..

Baca Juga : Pisang Mongee, Pisang yang Bisa Dimakan Bersama Kulitnya

Dikutip dari Japan News, Metode pemanenan semacam ini tak begitu saja dilakukan. Awalnya para petani memanen mangga mereka dengan cara memetik langsung dari tangkainya. Namun kemudian ada yang mengatakan bahwa rasa mangga yang paling gurih adalah yang betul-betul masak dan tanggal dari pohonnya secara alami. Karena terbukti memang lebih enak, para pekerja di pertanian setempat lantas mengembangkan metode membiarkan mangga yang sudah matang rontok sendiri dengan memasangkan jaring khusus seukuran buahnya.

Hiroki Yoshino, pejabat di pemerintahan Prefektur Miyazaki yang bertugas mempromosikan merk mangga Miyazaki mengatakan pihak otoritas di perfektur tersebut mendukung sepenuhnya apa yang dilakukan para petani.

“Untuk meningkatkan kualitas dan menjaga reputasi mangga di daerah kami, pemerintahan perfektur, koperasi petani dan produsen sepakat menggunakan metode pemanenan ini untuk semua mangga Miyazaki,” terang Yoshino.

jaring khusus untuk mangga miyazaki
(Jaring yang dipasang di setiap mangga Miyazaki dimaksukan agar saat masak pohon dan kemudian tanggal dari tangkainya, tidak sampai bonyok menyentuh tanah. Image : japan-brand.jnto.go.jp)

Sedangkan Hidetoshi Kawano, 53, petani mangga Miyazaki, menambahkan, untuk mengetahui buah yang masak bisa dilihat dari warnanya.

“Mangga yang betul-betul masak pohon warnanya oranye kemerah-merahan. Selain itu, buahnya juga mengeluarkan aroma yang sangat harum,” ujar Kawano.

Baca Juga : Paprika Coklat Diklaim Dagingnya Lebih Renyah dan Manis

Musim panen buah mangga di Prefektur Miyazaki ini biasanya berlangsung dari Maret hingga Juli, atau lebih awal dari mangga yang dihasilkan Prefektur Okinawa. Untuk varietas premium, mangga Miyazaki dihargai lebih dari ¥ 2000 (sekitar Rp 253.000) per bijinya.

Mangga dari Perfektur Miyazaki ini dibranding dengan nama “Taiyo no Tamago” yang bisa diartikan sebagai “Telur Matahari”. Karena harganya yang lumayan mahal, mangga-mangga ini biasanya dipasarkan sebagai oleh-oleh atau hadiah.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan