Senggol Bacok Ala Trump Soal Tarif Impor Bea Masuk Dibalas Uni Eropa

Uni Eropa balas kebijakan tarif impor bea masuk AS
(Petani AS juga terkena imbas dari kebijakan tarif Trump yang dibalas Uni Eropa. Bea masuk yang lebih tinggi akan membuat kedelai AS menjadi kurang kompetitif karena harganya ikut terkerek naik. Image : fortune.com)

Pomidor.id – Kebijakan tarif impor bea masuk Pemerintahan Presiden Donald Trump yang terkesan unilateral, kian mendapat perlawanan dari berbagai penjuru dunia. Setelah China dan dua negara tetangga terdekatnya, Kanada dan Meksiko, kini giliran Uni Eropa yang bersikap keras. Benua biru itu menegaskan tak punya pilihan lain selain membalas mengenakan kebijakan yang sama atas aneka produk dari Amerika Serikat.

Respon balasan Uni Eropa ini berlaku efektif mulai 22 Juni 2018. UE akan mengenakan tarif impor bea masuk atas berbagai macam produk AS sebesar 25 persen. Sebelumnya, sejak awal Juni lalu, Gedung Putih sudah memberlakukan pengenaan tarif atas komoditas baja dan alumunium dari negara-negara anggota UE.

Mengadopsi sebuah Undang-undang khusus, Komisi Uni Eropa secara resmi akan mengenakan tarif impor bea masuk senilai 2,8 miliar Euro (sekitar Rp 46 triliun) untuk macam-macam produk komoditas AS seperti sepeda motor, celana jeans, minuman keras, dll. Bahkan produk hasil pertanian AS seperti jagung dan kacang-kacangan pun tak luput dari kebijakan tarif balasan EU.

Baca Juga : Kebijakan Tarif Trump Bikin Susah Sektor Pertanian AS

Dikutip dari Reuters, Komisioner Perdagangan Uni Eropa, Cecilia Malmstrom menyatakan bahwa pihaknya tidak ingin dalam posisi balas membalas seperti ini.

“Tapi AS tak memberi kami pilihan lain,” imbuhnya.

cecilia malmstrom
(Komisioner Perdagangan Uni Eropa, Cecilia Malmstrom)

Malmstrom mengatakan respon UE sudah proporsional dan sesuai dengan aturan World Trade Organization (WTO). Respon balasan akan ditarik apabila AS membatalkan pula kebijakan tarifnya.

Nilai ekspor baja dan alumunium UE ke AS selama ini mencapai 6,4 miliar Euro (lebih dari Rp 105 triliun).

Kegaduhan dunia perdagangan global ini tak lepas dari kebijakan tarif Pemerintahan Donald Trump yang semi proteksionis dan mirip-mirip kelakuan pemotor di jalanan kita, senggol bacok. Menganggap sistem yang ada tidak adil dan lebih sering merugikan negaranya dalam perdagangan internasional, Trump lantas menerapkan kebijakan tarif yang diprotes banyak negara.

Awal bulan Juni ini saja kebijakan tarif yang dikenakan Trump sudah menghantam sejumlah negara yang merupakan sekutu tradisional AS seperti Uni Eropa, Kanada dan Meksiko. Kebijakan yang sama juga diberlakukan kepada raksasa ekonomi lainnya, China, yang bersikap lebih keras lagi meresponnya.

Baca Juga : China Pasar Terbesar Ekspor Buah-buahan Asal Indonesia

Bagi Indonesia sendiri, perang tarif atau perang dagang antar negara-negara besar itu harus disikapi hati-hati. Jangan sampai limpahan barang dari negara yang dikenai bea masuk tinggi ke negara lainnya, justru bebas mengalir ke pasar dalam negeri. Hal ini tentunya akan membawa dampak buruk terhadap industri nasional.

Selain itu, pemerintah lebih baik fokus saja kepada kartel impor dan ekonomi rente, khususnya pada berbagai produk pertanian. Karena sesungguhnya inilah sektor yang juga penting untuk meningkatkan posisi tawar Indonesia di hadapan negara-negara lain.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan