Waduh, Seorang Ibu Desak Liberalisasi Ganja Demi Pengobatan Anaknya

seorang ibu minta liberalisasi ganja demi pengobatan anaknya
(Charlotte Caldwell dan putranya, Billy, yang menderita epilepsi. Charlotte mendesak pemerintah Inggris agar melegalisasi ganja sebagai obat karena yakin nyawa anaknya terselamatkan berkat tanaman yang tergolong narkoba itu. Image : abcnews.com)

Pomidor.id – Kasih ibu memang tak terbatas. Ibu seorang anak penderita epilepsi menjadi sosok sentral di balik perdebatan tentang boleh tidaknya ganja dipakai sebagai alternatif pengobatan di Inggris. Sang ibu bahkan mendesak adanya pertemuan dengan para menteri untuk membahas isu liberalisasi ganja ini.

Link Banner

Dikutip dari Associated Press, Charlotte Caldwell hari Minggu kemarin (17/6), mengatakan juga meminta jaminan pemerintah agar putranya yang berusia 12 tahun, Billy, diperbolehkan terus menerima esktrak minyak ganja demi pengobatannya. Jaminan tersebut ia butuhkan karena ijin 20 hari yang disetujui pemerintah untuk treatment medis dari minyak ganja secara legal, sudah habis.

Caldwell ingin memastikan tak ada lagi “perdebatan lain” soal liberalisasi ganja sebagai obat. Sebab ia yakin nyawa anaknya terselamatkan berkat tanaman yang memiliki zat adiktif ini.

Saat ini Billy tengah dirawat di sebuah rumah sakit di London akibat kejang-kejang parah. Penyakit epilepsinya kambuh diyakini karena tak segera diberi terapi minyak ganja. Minyak ganja yang jauh-jauh dibawa ibunya dari Kanada, sebelumnya disita petugas di bandara Heathrow, London.

Baca Juga : Petani Myanmar Beralih dari Budidaya Bunga Poppy ke Ternak Ulat Sutra          

Upaya Caldwell memperjuangkan penggunaan ganja sebagai alternatif pengobatan, ternyata mendapat dukungan dari mantan pejabat Inggris. Norman Baker, mantan Menteri Obat-Obatan, menyerukan dilakukannya perombakan undang-undang yang melarang ganja untuk tujuan medis.

Ganja ini memang ibarat buah simalakama. Dilarang, toh memang ada khasiatnya sebagai obat. Tapi diliberalisasi pemakaiannya seperti tembakau, juga repot. Bisa-bisa nanti banyak orang teler di sembarang tempat karena bebas nyimeng.

Be the first to comment

Leave a Reply