border=

Bertani di Dalam Laut, Solusi Atasi Kekurangan Lahan Pertanian di Masa Depan

bertani di dalam laut
(Para penyelam tengah merawat sayuran yang ditanam di bawah laut. Image : tetrapack.com)

Pomidor.id – Bertani di dalam laut bukan lagi sekedar impian. Sejumlah ilmuwan Italia telah berhasil membuktikan bahwa menanam sayuran di satu tempat yang sulit dijangkau seperti di dasar lautan adalah mungkin dengan bantuan pengetahuan dan teknologi. Namun timbul pertanyaan, berapa ya kira-kira harga seikat kangkung yang dibudidayakan dengan peralatan mahal serta butuh tenaga expert di bidang penyelaman untuk menanamnya?

Bertani di dalam laut dapat menjadi salah satu solusi untuk membantu menangani masalah kekurangan pangan. Demikian ide dibalik proyek terbaru Ocean Reef Group di Italia yang mengeksplorasi kemungkinan manusia mengembangkan pertanian di bawah laut.

 border=

Baca Juga : Dua Mahasiswa Magang di Program NASA Bertani di Luar Angkasa

Apa yang dilakukan Ocean Reef Group ini masuk akal juga. Sebab, menurut FAO (Organisasi Pertanian dan Pangan PBB), saat ini hanya sekitar 11 persen daratan di muka bumi yang digunakan untuk pertanian.

Hal ini sangat tidak seimbang dengan populasi penduduk bumi yang kini sudah berjumlah 7,6 milyar jiwa. Jumlah itu diperkirakan akan meningkat menjadi 9,8 milyar di tahun 2050.

 border=

Lha mulut sebanyak itu mau diberi makan apa kalau manusia tidak segera berinovasi mengatasi lahan pertanian di daratan yang luasnya sulit bertambah. Bahkan cenderung menyusut dari waktu ke waktu akibat pertambahan jumlah penduduk yang membutuhkan lahan hunian.

Oleh karena itu, PBB mendukung apa pun upaya untuk mengatasi masalah kekurangan lahan ini, termasuk bertani di dalam laut.

sayuran di dalam laut
(Penampakan sayuran yang dibudidayakan di dalam laut. Nanamnya saja njlimet begini, lantas kalau dijual berapa ya harga sayurnya? Image : scubatoys.com)

Baca Juga : Agrobay Manfaatkan Sumber Air Panas Bumi untuk Tanam Tomat

Menurut marketing manager Ocean Reef Group, Luca Gamberini, eksplorasi lautan yang luasnya mencapai 75 persen permukaan bumi, potensial menjadi alternatif menambah luasan lahan pertanian.

Ia mengatakan, sejauh ini kelompok riset timnya telah berhasil menanam sayuran di bawah laut. Meski masih dalam skala terbatas, namun keberhasilan itu membuktikan bahwa laut pun bisa menjadi solusi mengatasi kekurangan lahan pertanian di masa depan.

 

Yang unik, proyek itu diberi nama Nemo’s Garden. Mengingatkan nama tokoh utama dalam film animasi yang pernah ngetop beberapa tahun lalu.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan