BFI Finance-RPMR Jajaki Potensi Kerja Sama

BFI FInance-RPMR
(Pertemuan antara BFI Finance Pusat dengan RPMR di RM Kertanegara Malang, Senin (2/7). Pertemuan tersebut membahas tentang kemungkinan menjalin kerja sama kedua belah pihak. Image : pomidor.id)

Pomidor.id – Geliat UMKM di Malang semakin mendapat perhatian dari banyak kalangan, tak terkecuali lembaga pembiayaan (finance). Salah satu lembaga pembiayaan yang tertarik untuk menjajaki kerja sama dengan para pelaku UMKM adalah BFI Finance. Tak melulu bisnis, potensi kerja sama tersebut juga mengarah pada hal-hal yang sifatnya condong ke sosial.

Rumah Pengusaha Malang Raya (RPMR) merupakan asosiasi yang dijajaki kemungkinan kerja samanya dengan BFI. Asosiasi atau paguyuban yang mewadahi para pelaku usaha kecil dan menengah di wilayah Malang Raya ini dinilai memiliki kinerja bagus dan aktif mengikuti berbagai event yang digelar untuk mempromosikan produk-produk UMKM.

Tak tanggung-tanggung, BFI Pusat kemudian mengirim tiga utusan untuk mengetahui lebih jauh tentang RPMR dengan datang ke Malang. Pertemuan BFI Finance-RPMR berlangsung di salah satu rumah makan di kawasan dekat Stasiun Kota Malang, Senin (2/7).

Dari RPMR yang datang di pertemuan tersebut adalah ketuanya, Nanang Sugeng Widyantoro.

Baca Juga : RPMR Manfaatkan Halaman Kantor Pos Besar untuk Berdayakan UMKM

Menurut Dian Ariffahmi dari bagian financing BFI, proses realisasi kerja sama memang masih panjang. Masih banyak hal yang musti dimufakatkan antara lembaga pembiayaan tersebut dengan RPMR.

“Tujuan kami datang ke Malang adalah bertemu dengan pihak asosiasi sekaligus melihat langsung geliat UMKM di sini, terutama yang tergabung dalam RPMR. Semuanya nanti akan menjadi bahan pertimbangan. Yang jelas potensi kerja sama BFI Finance-RPMR sangat terbuka lebar,” jelas Dian.

kunjungan BFI ke janggelan powder
(Perwakilan BFI Finance Pusat saat berkunjung Pak Gatut, produsen janggelan powder di Malang. Image : istimewa)

Sedangkan Radhiatul Mardhiah dari CSR (Corporate Social Responsibility) BFI, menegaskan komitmen perusahaannya untuk turut terlibat dalam pemberdayaan pengusaha kecil dan menengah seperti UMKM.

“Kerja sama tidak selalu harus business oriented, tapi juga mencakup hal-hal yang bersifat sosial. Misalnya saja mengadakan pelatihan bagi para pelaku UMKM. Kemudian juga memberikan pendampingan bagi mereka, khususnya dalam hal catatan keuangan yang bisa dibaca pelaku bisnis serta akses pengembangan usaha ke depannya,” ujar Radhiatul.

BFI sendiri memandang UMKM sebagai entitas bisnis yang walau pun kecil, namun karena melibatkan jutaan pelaku, memiliki prospek bagus dalam menunjang perekonomian nasional.

kunjungan bfi ke daster malangan
(Perwakilan BFI Finance Pusat ketika mengunjungi Ibu Eva, produsen daster malangan. Image : istimewa)

Baca Juga : Pemanfaatan Teknologi Digital Tingkatkan Daya Saing IKM Nasional

Sementara itu, Ketua RPMR, Nanang Sugeng Widyantoro, mengaku sangat senang dengan kedatangan BFI Pusat ke Malang.

“Tentunya kami mengapresiasi kedatangan BFI Pusat ke Malang untuk melihat lebih dekat apa saja yang sudah dan tengah dilakukan RPMR. Kami merasa terhormat. Soal kerja sama ke depannya bagaimana, kami akan melihat tawaran lebih lanjut dari BFI dan apa yang bisa kami kerjakan,” kata Nanang.

Nanang menandaskan, sebagai asosiasi yang menaungi lebih dari 250 pelaku UMKM di wilayah Malang Raya, RPMR juga menjalin kerja sama dengan entitas lain seperti dari kalangan akademis maupun dari instansi pemerintah.

“Kami berharap kerja sama dengan banyak pihak akan membantu teman-teman di RPMR lebih bersemangat lagi dalam membesarkan usahanya,” tutup Nanang.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan