border=

Menteri Desa : Prukades Bisa Tangkal Ancaman Narkoba

prukades tangkal ancaman narkoba
(Selain Menteri Desa, puncak peringatan HANI 2018 juga dihadiri Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto, Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo, Ketua KPK Agus Rahardjo, Kepala Ombudsman, serta beberapa mantan Kapolri, Wakapolri, dan Kepala BNN. Image : kemendesa.go.id)

Pomidor.id – Keseriusan pemerintah dalam memerangi narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) terus dilakukan. Tak hanya di perkotaan, kawasan perdesaan pun kini terus meningkatkan ketahanan dari ancaman narkoba dengan mendorong penggunaan dana desa untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, di antaranya melalui pengembangan produk unggulan kawasan perdesaan atau Prukades.

“Dana desa ini kita gunakan untuk pembangunan desa-desa. Sekarang ini daerah-daerah rawan bencana, rawan kebakaran berkurang jauh,” kata Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, usai menghadiri acara Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2018 di Balai Besar Rehabilitasi BNN, Lido Bogor, Kamis (12/7).

 border=

“Kita gunakan dana desa untuk mendongkrak produk unggulan daerah. Yaitu di sektor-sektor pertanian supaya masyarakat pendapatannya naik dan  tidak mencari pendapatan dari hal-hal yang haram (narkoba),” imbuhnya dilansir dari Kementerian Desa.

Baca Juga : Dorong Ekonomi Pedesaan dengan Prukades

Menteri Eko melanjutkan, dengan mendorong tiap daerah menentukan Prukades masing-masing, maka bisa mengalihkan masyarakat untuk menanam produk pertanian yang lain.

 border=

Ia mencontohkan kasus di Aceh yang masih ada ladang ganja. Mereka bisa mengalihkan dari menanam ganja ke tanaman lain seperti jagung atau padi.

mentan kunjungi bekas ladang ganja
(Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, saat mengunjungi bekas ladang ganja di Aceh yang akan diubah menjadi lahan pertanian produktif. Image : kumparan.com)

Hal itu pula yang dilakukan seorang petani Aceh, Lamtoba. Ia yang dulunya menanam ganja, kini dengan adanya Grand Design Alternative Development (GDAD) mengganti tanaman haram itu dengan komoditi unggulan daerah seperti kopi, jagung, cabai, bawang.

Selain pertumbuhan BUMDesnya paling cepat, Aceh kini juga menjadi daerah yang memiliki jumlah BUMDes terbanyak. Hingga akhir tahun 2017, jumlahnya mencapai 7.082 dari jumlah BUMDes seluruh Indonesia sekitar 32.249 BUMDes.

Baca Juga : BUMDes Talk untuk Kembangkan Kemandirian Desa

Sementara itu, Badan Narkotika Nasional (BNN) mencanangkan Desa Budeng, Kabupaten Jembrana, Bali, sebagai desa bersih narkoba untuk menangkal peredaran narkoba khususnya di pedesaan.

Kepala BNN Komjen Pol Heru Winarko mengatakan dengan adanya pencanangan Desa Bersih Narkoba di Desa Budeng diharapkan agar desa Budeng mampu memiliki daya tangkal yang kuat terhadap godaan narkoba.

Berdasar survey nasional, prevelensi penyalahgunaan narkoba sebanyak 1,77 persen atau 3,5 juta pengguna pada usia produktif 10-59 tahun. Sehari 30 orang meninggal akibat narkoba.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan