border=

Dianggap Cuek, AS Minta WTO Beri Sanksi untuk Indonesia Rp 5 Trilyun

AS Desak Sanksi untuk Indonesia
(Industri daging sapi AS termasuk yang diklaim dirugikan akibat kebijakan pembatasan impor oleh Pemerintah Indonesia. Image : trends.agriexpo.online)

Pomidor.id – Pemerintah Amerika Serikat pekan ini meminta WTO (Organisasi Perdagangan Dunia) memberi sanksi untuk Indonesia sebesar USD 350 juta (Rp 5 trilyun). Permintaan pemberian sanksi dilakukan karena Indonesia dianggap abai melaksanakan keputusan WTO atas perselisihan dagang kedua negara yang memenangkan AS tahun lalu.

Di tahun 2017 Amerika Serikat dan Selandia Baru memenangkan gugatan di WTO atas kebijakan Indonesia yang membatasi impor pangan. Beberapa produk sayuran, buah dan daging yang dibatasi masuk ke dalam negeri di antaranya adalah apel, anggur, kentang, bawang merah, bunga-bungaan, jus, buah kering, daging sapi dan ayam.

 border=

Indonesia sempat mengajukan banding, namun tidak membuahkan hasil.

Baca Juga : WTO Menangkan AS atas Sengketa Dagang dengan Indonesia

Karena dinilai tak segera mematuhi keputusan WTO, Gedung Putih mendesak agar dijatuhkan sanksi untuk Indonesia sebagai pengganti kerugian yang dialami AS akibat kebijakan pembatasan impor tersebut.

 border=

“Berdasarkan analisa awal dari data yang tersedia untuk sejumlah komoditas tertentu, untuk sementara selama tahun 2017 kerugian diperkirakan mencapai USD 350 juta (Rp 5 trilyun),” demikian kutipan tuntutan AS yang dipublikasikan Reuters awal pekan ini.

Tuntutan AS itu juga menyertakan kemungkinan penambahan jumlah nominal sanksi yang harus dibayar menyusul perkembangan ekonomi Indonesia.

Walau pun demikian, tuntutan semacam ini tidaklah mudah dipenuhi. Butuh proses hingga bertahun-tahun untuk sampai pada terealisasinya kompensasi yang diminta. Indonesia sendiri tentunya tidak akan tinggal diam. Pemerintah bisa menentang klaim sepihak mengenai jumlah kerugian yang diderita Paman Sam.

Baca Juga : Gara-gara Klengkeng dan Durian, RI-Thailand Bisa Perang Dagang

Sementara itu, meski sama-sama memenangkan gugatan di WTO, tidak ada tuntutan serupa dari Selandia Baru. Padahal negara kiwi itu pernah menyatakan kebijakan pembatasan impor yang diterapkan Pemerintah Indonesia merugikan sektor industri daging sapi di negaranya hingga 1 milyar dolar Selandia Baru (sekitar Rp 9,63 triliun).

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan