Ekonomi Kreatif di Kota Malang Perlu Banyak Pembenahan

Ekonomi kreatif di Kota Malang
(Kampung Bamboe Mewek atau Bamboe Mewek Park adalah satu dari 66 Kampung Tematik di Malang dengan konsep wisata edukasi. Image : istimewa)

Pomidor.id – Kendati merupakan salah satu tempat tujuan wisata populer di Indonesia, namun perkembangan ekonomi kreatif di Kota Malang belum optimal. Masih perlu banyak pembenahan di sana sini untuk menjadikan Kota Malang sebagai destinasi wisata sekaligus sentra ekonomi kreatif di tanah air.

Hal ini disampaikan oleh Ida Ayu Made Wahyuni , SH. M.Si, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang, pada Workship Peningkatan SDM Ekonomi Kreatif dengan tema “Malang Menuju Kota Kreatif Dunia”, Selasa, (28/8).

Menurutnya, ekosistem ekonomi kreatif di Kota Malang masih belum utuh terbangun.

“Padahal, Malang memiliki banyak sekali sumber daya manusia dan sumber daya alam yang mumpuni,” papar Ida Ayu.

Baca Juga : Malang Pilot Project Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan

Ia mengatakan bahwa hal ini disebabkan belum optimalnya ekosistem perekonomian yang saling bersinergi, misalnya kolaborasi antara pemerintah kota, akademisi, pelaku usaha dan juga komunitas. Selain itu, laju pertumbuhan ekonomi di Malang juga tersendat karena tingkat pengangguran yang masih tinggi.

“Hasil sensus menyatakan bahwa banyak lulusan universitas di Malang yang berasal dari luar kota, masih menetap di kota ini. Padahal seharusnya mereka kembali ke daerah dan membuka lapangan pekerjaan di sana,” tutur Ida.

Ida Ayu
(Ida Ayu Made Wahyuni, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang.)

Dalam acara yang digelar selama dua hari di hotel Ollino Garden (27-28 Agustus), Ida kembali menekankan pentingnya komunitas pelaku ekraf yang aktif untuk saling mendukung, dan bukannya saling bersaing secara tidak sehat.

“Alangkah baiknya apabila setiap pelaku usaha bekerja sama dalam mempromosikan produknya. Seperti misalnya pengrajin gerabah menitipkan produk usahanya di Kampung Warna-Warni atau Kampung Tematik yang sudah berjalan,” ujarnya.

Baca Juga : Pemanfaatan Klinik Bisnis Usaha Mikro Diskop Kota Malang Kurang Optimal

Saat ini, perekonomian kreatif yang sehat harus dibentuk melalui kerja sama antara pelaku usaha. Bukan dengan saling berlomba untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Ia berpandangan kerja sama para pelaku usaha justru akan mendongkrak keuntungan bagi masing-masing pelaku usaha itu sendiri.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan