Food Loss, Makanan yang Terbuang Sia-sia di Indonesia Mengkhawatirkan

Food loss
(Angka kehilangan pangan, food loss, di Indonesia berkisar 25-30 persen. Jika tak terbuang sia-sia, jumlah itu cukup untuk memberi makan jutaan orang yang membutuhkan. Image : pinterest.com)

Pomidor.id – Food waste atau food loss, makanan yang terbuang sia-sia di Indonesia tergolong cukup mengkhawatirkan. Dari keseluruhan pangan yang dihasilkan, 25 sampai 30 persennya terbuang begitu saja tanpa sempat dikonsumsi. Untuk menghindari kemubasiran ini, mau tak mau pola makan masyarakat kita harus diubah.

Demikian diungkapkan Ketua Umum Perhimpunan Ekonom Pertanian Indonesia (Perhepi), Bayu Krisnamurthi, di sela-sela acara seminar nasional “Menelaah Model Konsumsi Pangan Indonesia Masa Depan” di Jakarta, Rabu, (8/8).

Baca Juga : FAO Dorong Industri Pengemasan Makanan Berinvestasi di Negara Berkembang

Menurutnya, masalah food loss ini juga menjadi salah satu kekhawatiran yang mempengaruhi ketersediaan permintaan pangan di masa depan. Angka kehilangan pangan di Indonesia sekitar 25 persen hingga 30 persen.

“Artinya, sudah diproduksi di tingkat petani sampai ke konsumen, sampai benar-benar masuk ke dalam perut manusianya, berkurang hampir 30 persen. Hal itu mulai hilang dari angkutan, mulai rusak, dan sebagainya, sampai sudah taruh di piring namun tidak dihabiskan,” jelas Bayu.

Untuk menghadapi masalah kebutuhan pangan di masa depan, ia menyarankan agar masyarakat mengubah perilaku konsumsi menjadi lebih sehat dan tidak membuang makanan.

Jangan Buang2 Makanan
(Sebelum membuang-buang makanan, pikirkan sejenak saudara kita yang musti berjuang antara hidup dan mati hanya untuk sekedar makan. Image : fao.org)

“Masyarakat bisa mengurangi. Jangan dibuang kalo sudah punya makanan. Mari kita betul-betul hormati itu. Karena itu sangat susah untuk mendapatkannya. Habiskan. Jadi dulu kita waktu kecil selalu dinasehati habiskan, dan jangan ambil terlalu banyak. Masyarakat bisa melakukan itu,” lanjutnya.

Baca Juga : Supermarket di Perancis Dilarang Membuang-Buang Makanan

Bayu Krisnamurthi
(Ketua Umum Perhimpunan Ekonom Pertanian Indonesia, Bayu Krisnamurthi.)

Lebih lanjut Bayu menambahkan, masalah pemenuhan pangan ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata. Akan tetapi masyarakat juga harus ikut berperan aktif.

“Masalah pangan itu bukan hanya masalah pemerintah, masalah kita semua. Jadi saya mengajak semua masyarakat untuk ikut mencari, yuk cari cara solusi, karena ini akan jalan terus trennya (kebutuhan pangan),” terang Bayu.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan