Ilmuwan Bergabung untuk Perang Global Melawan Penyakit pada Pisang

Greenhouse khusus teliti penyakit pada pisang
(Berbagai penelitian terus dilakukan untuk mengatasi Panama Disease. Bahkan di sebuah universitas di Belanda, dibangun greenhouse khusus untuk meneliti penyakit yang bisa mengancam industri perdagangan pisang secara global tersebut. Image : wur.nl)

Pomidor.id – Akhir Juli lalu, para pakar tanaman dan botanist dari berbagai negara berkumpul di Boston, Amerika Serikat. Mereka mengelar kongres untuk berbagi pengalaman dan membahas tentang upaya menangani penyebaran Panama Disease, penyakit pada pisang yang kian mengkhawatirkan. Kongres tersebut diikuti sekitar 100 spesialis penyakit tanaman dan 15 pembicara dari seluruh dunia.

Fusarium Wilt atau yang lebih dikenal Panama Disease, merupakan penyakit pada pisang yang disebabkan oleh jamur tanah Fusarium. Jamur ini menginfeksi akar dan mempengaruhi sistem sirkulasi tanaman pisang. Sekali terinfeksi, hampir pasti tanaman pisang akan mati.

Jamur ini memang paling sering ditemukan menyerang pada pisang jenis Cavendish, jenis pisang yang paling banyak dibudidayakan. Meski demikian, jenis-jenis pisang yang lain juga tidak imun oleh serangan jamur yang tergolong ganas ini.

Baca Juga : Panama Disease Ancam Industri Perdagangan Pisang Global

Hal ini tentunya mengkhawatirkan. Pasalnya, pisang merupakan buah yang memiliki ekonomis tinggi dan paling banyak dikonsumsi di dunia. Maka itu kerja sama banyak pihak dibutuhkan untuk memerangi penyebaran penyakit yang memiliki nama ilmiah Tropical Race 4 atau TR4 tersebut.

Profesor Gert Kema dari Wageningen University & Research (WUR) Belanda, serta Profesor André Drenth dari Universitas Queensland, Brisbane, Australia, adalah dua pakar di bidang penyakit pada pisang. Mereka berdua hadir sebagai pembicara kunci pada kongres di Boston.

“Kita memiliki tujuan bersama guna menemukan solusi permanen menghadapi penyebaran TR4. Sampai sejauh ini tidak ada cara yang mujarab untuk menangani tanaman pisang yang telah terinfeksi. Satu-satunya hal yang bisa dilakukan adalah mencegah penyebarannya melalui tanah dan material yang telah terkontaminasi ke daerah yang masih steril,” ujar Profesor Gert Kema.

pisang cavendish
(Pisang Cavendish adalah pisang yang paling banyak dibudidayakan sekaligus paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia. Ironisnya, pisang ini juga yang paling rentan terhadap serangan Panama Disease. Image : pixabay.com)

Kongres itu sendiri disponsori oleh Chiquita, sebuah perusahaan pemasok pisang global. Pihak dari Chiquita berharap kongres yang dihadiri para ilmuwan, peneliti, perwakilan dari sejumlah perusahaan serta para pemegang kebijakan dari negara-negara produsen, dapat mendiskusikan solusi untuk mengatasi penyakit yang sangat serius tersebut.

Baca Juga : Nelongsonya Jadi Pisang di Australia

“TR4 tidak mengenal batas negara. Penyakit ini dapat menjangkiti daerah mana saja. Tak peduli itu perkebunan besar atau kecil, pemiliknya kaya atau miskin. Bahkan dari laporan FAO, penyebaran penyakit ini sudah semakin mengkhawatirkan, khususnya di kawasan Asia Tenggara,” kata perwakilan dari Chiquita, Andrew Biles.

“Kami sepenuhnya mendukung upaya menemukan solusi permanen untuk ancaman penyakit ini terhadap industri pisang global. Produksi pisang di seluruh dunia memang masih menggeliat. Tapi cepat atau lambat pasti akan terpengaruh jika penyebaran penyakit ini tidak segera ditangani. Karena itulah kita di sini berkumpul untuk mengambil tindakan nyata secara bersama-sama,” tegas Biles.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan