border=

Indonesia Sukses Turunkan Laju Deforestasi Hingga 60 Persen

Laju deforestasi Indonesia menurun
(Penggundulan hutan kerap dilakukan untuk memenuhi kebutuhan industri kayu gelondongan dan pembukaan lahan untuk perkebunan. Pun demikian dengan di Indonesia. Namun di tahun 2017, Indonesia sukses menekan laju deforestasi hingga 60 persen. Image : wri.org)

Pomidor.id – Kendati tak banyak menjadi perhatian masyarakat, Indonesia berhasil menorehkan prestasi yang diapresiasi dunia dalam hal mencegah laju deforestasi. Tahun lalu, angka pengalihfungsian lahan hutan turun hingga 60 persen. Bahkan di kawasan lahan gambut, tingkat penurunannya mencapai 88 persen di periode 2016-2017. Prosentase ini adalah yang terendah dalam beberapa dekade terakhir.

Dalam rilis World Resources Institute (WRI) pada akhir Juni lalu, disebutkan penurunan laju deforestasi di Indonesia merupakan keberhasilan kebijakan moratorium pemanfaatan lahan gambut yang dikeluarkan tahun 2016.

 border=

Berkurangnya pengalihfungsian lahan hutan yang paling signifikan ada di Kalimantan dan Papua. Sementara di Sumatera, masih terjadi kehilangan lahan hutan seluas 7.500 hektar, khususnya di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat.

Statistik angka kehilangan hutan di Indonesia
(Statistik angka kehilangan hutan di Indonesia. Faktor cuaca dan penegakkan hukum menjadi faktor yang turut mempengaruhi menurunnya laju deforestasi di Indonesia. Image : wri.org)

Baca Juga : Peningkatan Produksi Coklat Berkorelasi dengan Deforestasi

Pengaruh kondisi cuaca dan iklim juga berperan di sini. Pasalnya, El Nino tidak terjadi di tahun 2017. Hal ini membuat cuaca cenderung basah sehingga tingkat kebakaran hutan di Indonesia tidak separah tahun-tahun sebelumnya.

Yang tak kalah perannya dalam mencegah meluasnya kebakaran hutan adalah kampanye kesadaran lingkungan serta semakin tegasnya aparat melakukan penindakan hukum terhadap pihak-pihak yang sengaja membakar hutan untuk perluasan lahan.

Kehilangan lahan gambut menurun
(Moratorium pemanfaatan lahan gambut menjadi menjadi faktor utama yang mengurangi angka kehilangan lahan gambut yang mencapai 88 persen, atau terendah sejak tahun 2001. Image : wri.org)

Kondisi berbeda terjadi di negara-negara tropis lainnya. Brazil, misalnya. Negara dengan luasan hutan hujan tropis terbesar di dunia itu menjadi negara yang mengalami laju deforestasi tertinggi, yakni mencapai 4,5 juta hektar selama 2017.

Kemudian berturut-turut disusul Kongo dan Kolombia.

Walau pun sudah menghentikan penebangan hutan untuk industri sejak 16 tahun lalu, pada periode 2016-2017 negara di Afrika itu kembali melakukan penebangan hutan dalam skala cukup besar. Ini akibat pemberian konsesi kepada perusahaan kayu gelondongan asal China.

Baca Juga : RI-FAO Perbarui Kerja Sama Tata Kelola Hutan dan Legalitas Kayu

Sedangkan di Kolombia, laju deforestasi meningkat tiga kali lipat selama tahun 2017 jika dibandingkan tahun 2015. Berakhirnya konflik perang saudara menjadi faktor yang mendorong pembukaan lahan besar-besaran untuk peternakan, pertambangan, perkebunan kedelai, perdagangan kayu gelondongan, dlsb.

Di luar ketiga negara di atas, beberapa negara kecil juga mengalami laju deforestasi namun dengan sebab berbeda. Bencana badai siklon tropis membuat Republik Dominika kehilangan 32 persen lahan hutannya dan Puerto Rico kehilangan 10 persen hutan yang dimilikinya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan