border=

Ketela Ungu Makin Disukai Konsumen di Eropa

Ketela ungu
(Ketela ungu kian disukai dan menjadi salah satu trend makanan menyehatkan di Eropa. Image : parade.com)

Pomidor.id – Ketela ungu yang di Indonesia mungkin dianggap sebagai makanan “ndeso”, ternyata memiliki prospek pasar yang cukup cerah di Eropa. Bahkan harga per kilonya hampir setara harga kentang yang menjadi makanan pokok penduduk benua biru. Hanya saja, ketela ungu yang beredar di Eropa, nyaris seluruhya dipasok dari daratan China.

Sophie Ye dari KX Food, importir produk sayur dan buah di Belgia, mengatakan saat ini pasar ketela ungu memang masih di bawah ketela oranye. Namun ketela ini semakin disukai konsumen di Eropa sehingga memiliki potensi bagus ke depannya.

 border=

“Permintaannya terus meningkat. Kami sampai kewalahan,” ujar Sophie Ye.

Baca Juga : Swedia Serius Kembangkan Budidaya Ubi Jalar, Tapi Ribetnya Minta Ampun

Ia menjelaskan tak sampai setengah tahun yang lalu, perusahaannya hanya mengimpor satu kontainer ketela ungu dari China per bulan. Kini, KX Food bisa mendatangkan tiga hingga empat kontainer setiap bulannya.

 border=

“Popularitasnya memang masih kalah dengan yang oranye. Ini karena sebelumnya konsumen lebih banyak menggunakan ketela ungu sebagai hiasan untuk hidangan makanan. Tapi sekarang ketela ini juga menjadi pelengkap salad, misalnya,” imbuh Sophie.

Ketela ungu diimpor KX Food dari China
(Ketela ungu yang diimpor KX Food dari China untuk dipasarkan di sejumlah negara Eropa. Image : kxfood.be)

Yang membuat ketela ungu menguntungkan adalah harganya relatif tak banyak berubah, yakni di kisaran 1,3 Euro hingga 1,7 Euro (sekitar Rp 22 ribu hingga Rp 29 ribu).

“Harganya lebih stabil ketimbang jahe yang sering fluktuatif,” papar Sophie.

Jenis umbi-umbian tropis ini tersedia sepanjang tahun. KX Food menjualnya dalam kemasan 6 kg dan 10 kg.

Sejauh ini, pasar terbesar adalah Jerman, Belanda dan Eropa Selatan. Uniknya, meski importirnya berkantor pusat di Belgia, ketela ungu justru tidak langsung dipasarkan di negara yang menjadi markas Uni Eropa tersebut.

Namun Sophie Ye optimis hanya soal waktu saja ketela ungu bakal mudah dijumpai di supermarket-supermarket di Belgia. Apalagi trend yang berkaitan dengan kesehatan, mengelompokkan produk sayur dan buah berwarna gelap seperti ungu sebagai makanan yang sangat menyehatkan.

Baca Juga : Keripik Ubi Ungu Asal Indonesia Menang Penghargaan di New York

Nah, ini sebenarnya kabar baik bagi eksportir dalam negeri. Telo kan termasuk barang yang melimpah di sini. Murah lagi harganya. Daripada sekedar ngomel-ngomel dolar meroket, manfaatkan saja sekalian untuk menggenjot sebanyak mungkin komoditas yang bisa diekspor.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan