border=

Penanganan Sampah Kota Malang Diapresiasi Pemerintah Pusat

Penanganan Sampah di Kota Malang Diapresiasi Pemerintah Pusat
(Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Supit Urang. Penanganan sampah yang sangat baik di Kota Malang mendapat apresiasi Pemerintah Pusat. Image : pomidor.id)

Pomidor.id – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, menegaskan jika sampah adalah permasalahan bersama yang perlu mendapat penanganan serius dari pemerintah pusat maupun daerah melalui sejumlah aksi dan program. Kota Malang mendapat pujian karena penanganan sampah di daerahnya sangat baik, yakni menembus 96 persen per hari.

Kota Malang mendapat undangan pada Rakor Pusda yang berlangsung di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa (7/8), karena dianggap penanganan sampahnya sudah baik dan maksimal. Bahkan, Kota Malang dijadikan contoh oleh pemerintah pusat untuk penanganan sampah melalui berbagai program dan kemampuan TPA menampung sampah.

 border=

Plt Walikota Malang, Sutiaji yang hadir langsung di Rakor Pusda tersebut, menegaskan jika arahan dari pemerintah pusat terkait mengurangi sampah selama ini sudah dilakukan dengan maksimal.

“Volume sampah yang berhasil ditangani di Kota Malang sudah tembus 96 persen per hari,” kata Sutiaji.

Baca Juga : RI Sampaikan Pengelolaan Bank Sampah ke Forum Internasional

 border=
Menko Luhut
(Menko Kemaritiman, Luhut B. Pandjaitan saat memberikan arahan di Rakor Pusda yang dihadiri puluhan kepala daerah di Indonesia.)

Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup, jumlah produksi sampah di Kota Malang sebesar 664,62 ton perhari. Sedang penanganannya, yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang tiap hari sebesar 499 ton dan pengurangan sampah melalui berbagai program dari komposting hingga Bank Sampah Malang (BSM) sebesar 140 ton.

Jika ditotal, jumlah penanganan sampah di Kota Malang sekitar 639 ton perhari atau sudah sampai 96 persen dari total jumlah produksi sampah 664,2 ton perhari.

“Grafik penanganan sampah di Kota Malang tiap tahun naik dan saat ini kita berhasil menangani sampah hingga 96 persen,” tandasnya.

Berdasarkan arahan dari pemerintah pusat, Kota Malang akan terus mengoptimalkan tiga hal untuk penanganan sampah yakni reduce, reuse dan recycle. Sehingga nantinya bisa ditangani dengan baik dan optimal, utamanya pada sampah plastik yang kini menjadi sorotan pemerintah pusat.

Sutiaji mengatakan penanganan sampah plastik terus digalakkan melalui berbagai program. Salah satu yang kembali akan digalakkan yakni program kantong sampah plastik berbayar yang sudah dilaunching oleh pemerintah kota khusus untuk kalangan toko dan pusat perbelanjaan.

“Kantong plastik berbayar ini akan terus kita galakkan termasuk program lain yang nanti kita siapkan untuk menanggulangi sampah plastik,” imbuhnya.

Baca Juga : Lika Liku dari Tukang Sampah Hingga Jadi Pengelola Pasar Madyopuro

Plt Walikota Malang, Sutiaji
(Plt Walikota Malang, Sutiaji, dalam acara Rakor Pusda tentang penanggulangan sampah.)

Lebih lanjut Sutiaji menekankan, pemerintah daerah yang optimal menanggulangi sampah plastik akan diberi dana insentif sebagai bagian dari optimalisasi hal tersebut.

“Ini menjadi semangat bersama bagaimana kedepan kita akan betul betul maksimal dalam menanggulangi sampah plastik yang ada di Kota Malang,” tukasnya.

Selain Menko Kemaritiman, Rakor Pusda Terkait Penerapan Kebijakan Penanggulangan Sampah juga dihadiri perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Lingkungan Hidup, Bappenas dan 43 Walikota dari berbagai daerah.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan