border=

Proteksionisme Meningkat, Menteri Pertanian G20 Inginkan Reformasi WTO

Reformasi WTO harus segera dilakukan
(Petani AS adalah justru yang paling terpukul dengan kebijakan proteksionis pemerintah negaranya. Image : insidermonkey.com)

Pomidor.id – Pertemuan Menteri Pertanian anggota G20 di Buenos Aires akhir bulan lalu juga menghasilkan satu kesepakatan. Para menteri urusan pangan ini berjanji melakukan reformasi di tubuh Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Sayangnya, tidak dirinci langkah apa saja yang akan mereka tempuh untuk reformasi WTO serta memperbaiki sistem perdagangan pangan global.

Dalam pernyataan bersama, mereka sepakat bahwa “ada kekhawatiran atas meningkatnya kebijakan non-tariff proteksionis yang tidak sejalan dengan aturan WTO”.

 border=

Para menteri pertanian G20, termasuk dari Amerika Serikat dan China, menegaskan komitmen untuk menolak “hambatan yang tidak perlu” dalam perdagangan internasional. Mereka juga mengingatkan butir-butir kesepakatan WTO yang mengatur tentang hak dan kewajiban setiap anggotanya.

Pertemuan para menteri pertanian itu sendiri berlangsung di tengah ketegangan yang berdampak buruk pada perdagangan hasil-hasil pertanian dari sejumlah negara.

Baca Juga : Indonesia Desak WTO Perhatikan Petani Kecil

 border=

Dua poros kekuatan ekonomi dunia, AS dan China, saat ini terlibat dalam perang dagang setelah Pemerintahan Presiden Donald Trump mengenakan bea masuk yang tinggi terhadap barang-barang dari China. Pemerintahan Presiden Xi Jinping kemudian membalas dengan tindakan yang sama atas produk-produk pertanian asal AS.

Keadaan kian rumit ketika Uni Eropa, Kanada dan Meksiko mengikuti langkah yang sama akibat kebijakan tarif yang dilakukan AS terhadap produk baja dan alumunium dari negara-negara tersebut.

Dikutip dari Reuters, dengan China saja para petani AS sejauh ini diperkirakan mengalami kerugian sekitar USD 11 milyar. Namun Pemerintahan Trump menyatakan bakal menyediakan dana hingga USD 12 milyar untuk membantu kaum petaninya menghadapi perang dagang.

Menteri Pertanian G20
(Para Menteri Pertanian G20 dalam pertemuan tahunan di Buenos Aires, Argentina, akhir Juli 2018. Dalam pertemuan tersebut, disepakati perlunya reformasi WTO untuk mencegah tindakan-tindakan proteksionis yang dapat memicu terjadinya perang dagang. Image : reuters.com)

Namun upaya Pemerintah AS itu ditanggapi sinis Menteri Pertanian Jerman, Julia Kloeckner.

“Petani tidak butuh bantuan. (Mereka) butuh berdagang,” ujar Kloeckner.

“Kami bicara blak-blakkan kalau kami tidak ingin adanya tindakan-tindakan unilateral yang sifatnya proteksionis,” imbuhnya dalam sebuah konferensi pers setelah pertemuan.

Baca Juga : Kebijakan Tarif Trump Bikin Susah Sektor Pertanian AS

Kendati tidak menuding secara spesifik biang kerok kekisruhan ini, Kloecner mengatakan apabila ada seseorang atau satu negara yang mengabaikan aturan WTO yang sudah disepakati bersama, maka akan memancing munculnya tindakan yang sama dari negara lain.

Mengantisipasi hal-hal serupa di masa mendatang, para Menteri Pertanian G20 secara bulat sepakat untuk melanjutkan reformasi WTO, termasuk regulasi yang mengatur tentang perdagangan global pada sektor produksi pertanian.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan