Sampah Plastik Percepat Pemanasan Global

Sampah Plastik di Pantai
(Tumpukkan sampah plastik yang “terdampar” di pantai. Jika tak ada upaya bersama untuk mengendalikan produksi dan penggunaan plastik, sama saja dengan mempercepat pemanasan global yang kini kian terasa di berbagai belahan bumi. Image : euronews.com)

Pomidor.id – Sampah plastik adalah salah satu penyebab yang mempercepat pemanasan global. Hal ini karena gas metana dan etilena ketika terlepas akan menembus lapisan atmosfir. Padahal kedua senyawa tersebut adalah bahan utama polietilena yang digunakan dalam tas belanja dan merupakan polimer yang paling banyak diproduksi sekaligus dibuang di dunia.

Demikian rilis tim peneliti dari Universitas Hawaii.

Dalam rilis tersebut juga diungkapkan gas metana dan etilena terlepas ketika plastik terpapar matahari. Metana sendiri 30 kali lebih kuat potensinya terperangkan dalam lapisan atmosfir ketimbang gas rumah kaca yang selama ini kerap dituding sebagai penyebab naiknya temperatur global.

Baca Juga : Pemanasan Global Bakal Picu Gelombang Pengungsi

Ada sekitar 6,3 milyar ton plastik yang dihasilkan manusia sejak pertama kali diproduksi massal 70 tahun yang lalu.

Produksi plastik tersebut diperkirakan akan meningkat tiga kali lipat hingga tahun 2050 mendatang. Dari keseluruhan produksi plastik, tak lebih dari 14 persen yang saat ini bisa didaur ulang atau diubah menjadi energi yang bermanfaat.

Sarah-Jeanne Royer, kepala peneliti tim dari Center for Microbial Oceanography Research and Education, mengatakan fenomena ini sangat menggelisahkan.

“Melihat plastik yang terdampar terbawa arus ke pantai serta jumlahnya yang begitu besar di lautan kita, penelitian kami menunjukkan bukti tambahan betapa dahsyat daya rusak sampah plastik ini,” ujar Royer.

“Tak bisa tidak, kita harus segera menghentikan produksi plastik. Khususnya plastik sekali pakai,” tegasnya.

Sarah-Jeanne Royer
(Sarah-Jeanne Royer, peneliti efek sampah plastik di Universias Hawaii, di tengah tumpukkan sampah yang menggelisahkannya. Image : phys.org)

Baca Juga : Kenya Larang Penggunaan Kantong Plastik

Gas rumah kaca adalah gas yang ada di atmosfir yang menyebabkan efek rumah kaca. Sedang efek rumah kaca terjadi akibat proses naiknya suhu bumi yang disebabkan perubahan komposisi atmosfir yang menyebabkan sinar matahari tetap berada di bumi karena tidak dapat dipantulkan kembali.

Apabila sinar matahari yang terperangkap di dalam atmosfir bumi semakin banyak, maka akan menaikkan suhu dan permukaan laut. Hal ini tentu saja bakal meningkatkan temperatur global yang mempengaruhi kehidupan jutaan manusia di seluruh dunia.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan