border=

Serikat Petani Nigeria Kecam Penggunaan Karbit untuk Produk Makanan

Berbahaya penggunaan karbit untuk produk makanan
(Penggunaan karbit untuk mempercepat masaknya buah dikecam keras Serikat Petani Nigeria karena sangat berbahaya bagi kesehatan konsumen. Image : von.gov.ng)

Pomidor.id – Apa yang dilakukan Serikat Petani Nigeria ini bisa menjadi teladan bagi para produsen dan para pedagang buah-buahan di Indonesia. Mereka mengecam penggunaan karbit untuk produk makanan, terutama buah agar cepat masak. Kelakuan ini dituding dapat berbahaya bagi kesehatan konsumen.

Dilansir dari Voice of Nigeria, Serikat Petani di negara berpenduduk terpadat di Afrika itu mengecam keras penggunaan bahan kimia berbahaya seperti karbit untuk makanan. Sekali pun itu alasannya demi mempercepat matangnya makanan, khususnya buah-buahan.

 border=

Chief Daniel Okafor, Wakil Presiden Serikat Petani Nigeria, menyatakan hari Kamis (16/8) di Abuja, bahwa tindakan itu sangat membahayakan kesehatan manusia.

Baca Juga : Awas, Bungkus Fast Food Mengandung Bahan Kimia Berbahaya

Kecaman ini diutarakannya mengingat masih banyaknya petani dan pedagang di Nigeria yang kerap menggunakan jalan pintas mematangkan buah dagangannya dengan menggunakan karbit. Buah-buahan yang paling sering dikarbit adalah pisang, mangga, pepaya, apel dan sejenisnya.

 border=

“Salah kaprah yang dianggap wajar di bisnis ini adalah semuanya mau serba cepat. Baik itu petani maupun pedagang. Maunya serba cepat demi memenuhi permintaan pasar. Padahal itu berimplikasi buruk bagi kesehatan,” ujarnya.

Karbit untuk buah
(Sedikit atau banyak, penggunaan karbit untuk mempercepat pematangan buah mangga tetap dapat berakibat buruk bagi kesehatan. Image : foodbay.tv)

Okafor memaparkan, penggunaan karbit untuk produk makanan turut menjadi faktor penyebab meluasnya penyebaran berbagai penyakit di negaranya.

Ia juga menyatakan asosiasi atau serikat petani yang dipimpinnya akan menggelar pertemuan para anggota bersama dengan seluruh pemangku kepentingan di sektor pertanian untuk membahas hal ini.

“Menurut saya, bukan hanya petani yang harus bertanggung jawab. Tapi juga para pedagang. Yang jelas siapa pun yang melakukannya, kami kecam keras,” tegasnya.

“Macam-macam penyakit yang diderita masyarakat saat ini, sebagian akibat maraknya penggunaan karbit untuk mempercepat matangnya makanan (buah). Itu jelas keliru. Masih banyak cara untuk mematangkannya secara alami. Itu yang harus dilakukan agar tidak ada yang dirugikan,” tukas Daniel Okafor.

Pengawet artifisial
(Tak hanya karbit, senyawa kimia lain seperti formalin terkadang juga disemprotkan ke buah-buahan untuk pengawet artifisial serta membuat tampilannya selalu segar dan menarik. Agaknya sesekali si pedagang perlu juga disuruh memakan barang dagangannya yang sudah ia campuri dengan aneka bahan kimia. Image : sundiatapost.com)

Baca Juga : Mengoplos Minuman Energi dengan Alkohol? Situ Waras?

Nah, lho. Di Nigeria saja serikat petaninya menolak bahkan mengecam keras penggunaan bahan kimia untuk mempercepat matangnya buah. Lalu bagaimana dengan di sini? Mustinya tindakan serupa juga dilakukan agar petani dan pedagang tidak seenaknya menggunakan karbit untuk mempercepat pematangan buah.

Konsumen kan bukan sejenis besi. Asal main karbit saja.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan