border=

Susu Kecoak Gak Kalah dengan Susu Sapi, Lho…

Minum susu kecoak
(Empat sehat lima sempurna. Yang ini sempurnanya dengan susu kecoak. Mau coba? Image : pinterest.com)

Pomidor.id – Trend mencari makanan alternatif masa depan tak cuma mengarah pada daging atau tubuh serangga, tapi juga cairannya. Sebuah riset mengungkapkan bahwa susu serangga, lebih spesifik lagi susu kecoak, merupakan sumber energi yang nilai proteinnya lebih besar dari susu sapi yang sering kita konsumsi.

Duh manusia, serakah kok ya kebangeten. Masak kecoak saja mau diambil susunya.

 border=

Kemungkinan suatu saat kita mengkonsumsi cairan yang dikeluarkan serangga, bisa jadi akan menjadi kenyataan. Namun ide untuk memanen susu kecoak sebagai nutrisi alternatif, pasti di luar jangkauan nalar orang kebanyakan. Selain terkesan menjijikkan, juga timbul pertanyaan seberapa jauh manfaatnya bagi tubuh manusia.

Namun sebuh riset yang dipublikasikan di Science Alert beberapa waktu lalu, menyatakan susu kecoak yang diproduksi spesies kecoak tertentu adalah salah satu zat paling bergizi di muka bumi. Mengalahkan susu sapi, malah.

Tidak seperti serangga pada umumnya, kecoak yang hidup di kepulauan Hawaii dan beberapa kepulauan Pasifik lainnya tidak bertelur tetapi melahirkan layaknya mamalia. Kecoak yang memiliki nama latin Diploptera punctate ini, memproduksi semacam susu yang mengandung protein dalam bentuk kristal untuk memberi makan bayi-bayinya.

 border=
Susu kecoak lebih bernutrisi
(Karena lingkungan habitatnya yang relatif lebih bersih ketimbang kecoak pada umumnya, kecoak yang tinggal di Kepulauan Pasifik diniliai bisa dikonsumsi, termasuk susunya. Image : odditycentral.com)

Baca Juga : Serangga Adalah Alternatif Makanan Masa Depan

Fakta bahwa ada serangga menyusui, sangatlah mengejutkan para ilmuwan. Namun yang lebih mencengangkan, kristal susu tersebut ternyata mengandung protein yang jumlahnya tiga sampai empat kali lipat lebih besar dari susu sapi.

Karena itu, tim internasional yang dipimpin oleh peneliti dari Institut Biologi dan Kesehatan di India memutuskan untuk mempelajari gen yang menyebabkan terbentuknya kristal protein susu dari kecoak.

Hasil penelitian nantinya akan dikembangkan di laboratorium untuk mengetahui apakah bisa direplikasi atau tidak.

“Kristal tersebut seperti makanan lengkap. Ada protein, lemak dan gula. Jika dilihat dari rangkaian proteinnya, semuanya memiliki asam amino esensial,” ujar Sachari Banerjee, salah satu anggota tim peneliti.

Ia menambahkan, kandungan nutrisi dalam kristal susu ini begitu tinggi sehingga membuat kecoak di kepulauan Pasifik tumbuh jauh lebih cepat dan lebih besar ketimbang spesies kerabatnya yang ada di tempat lain. Nutrisi ini dapat diekstraksi dalam bentuk cair maupun kristal melalui proses yang disebut “memerah susu kecoak”.

Baca Juga : Ternak Kecoak untuk Proses Limbah Makanan dan Sampah Basah

Hanya saja pekerjaan mengumpulkan susu dari kecoak bukanlah pekerjaan gampang. Apalagi jika harus dalam volume besar.

Bayangkan, untuk “memanen” 100 gram susu saja, dibutuhkan sekitar seribu kecoak. Lha kalau satu liter? Ya tinggal dikalikan dengan jumlah kecoaknya. Lalu bagaimana dengan budidaya untuk menghasilkan jutaan, milyaran, bahkan trilyunan kecoak yang bisa disedot susunya? Terus alat apakah yang cukup efektif untuk memerah susu dari kecoak yang populasinya buegitu banyuak? Pusing, kan?

Tapi jangan pusing-pusing dulu. Saat ini para peneliti tengah mengembangkan cara untuk mereplikasi nutrisi dari susu kecoak tersebut di dalam laboratorium. Pilihan paling realistis untuk sementara ini adalah membuatnya dalam bentuk pil atau kapsul.

Jenis kecoak menyusui
(Kecoak di Kepulauan Pasifik tidak bertelur tapi melahirkan. Sehingga ada kemungkinan susunya bisa “diperah” untuk konsumsi manusia. Image : flickr.com)

Kalau pun ke depannya susu kecoak bisa diproduksi massal sebagaimana susu pada umumnya, harganya pastilah tidak murah. Pemakaiannya pun paling-paling sebagai campuran kopi, sereal atau es krim. Nyaris mustahil produksi dan konsumsinya menggantikan susu sapi.

Baca Juga : China Berencana Produksi Daging Palsu. Mau?

Lagipula, yang tidak dijabarkan dalam penelitian tentang susu kecoak adalah apakah tidak ada resikonya bagi kesehatan manusia. Kemudian, nah ini yang juga penting, gimana sih rasanya susu dari kecoak? Kalau bikin eneg dan mau muntah, kan malah kontra produktif. Bukannya tambah sehat, orang malah jadi bergidik dan ga doyan makan gara-gara membayangkan minum susu kecoak.

Lain ceritanya bagi yang ingin diet. Hitung-hitung itu bisa jadi obat penghilang nafsu makan. Mau coba?

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan