Buka Spektra Horti 2018, Mentan Dorong Ekspor Produk Hortikultura

Mentan Dorong Ekspor Produk Hortikultura
(Mentan Andi Amran Sulaiman saat mencicipi semangka unggulan di sela acara pembukaan Spekta Hortikultura 2018 di Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) Lembang, Kamis (20/9). Image : sindonews.com)

Pomidor.id – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong ekspor produk pertanian untuk menambah devisa negara dan meningkatkan penghasilan petani. Salah satu produk yang menjadi keunggulan komparatif Indonesia adalah produk hortikultura seperti sayuran, buah, dan tanaman hias.

Demikian disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam sambutannya di acara Spekta Horti 2018 yang berlangsung pada 20-23 September 2018 di Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) Lembang, Bandung Barat.

“Ekspor produk pertanian, khususnya hasil petani hortikultura terus meningkat. Ini menjadi bukti bahwa petani kita produktif, punya daya saing dan bisa menghasilkan devisa untuk negara. Kementerian Pertanian terus mendorong tren positif ini dengan berbagai program termasuk dengan menyediakan benih unggul,” kata Amran dalam keterangan tertulis, Kamis, (20/9).

Dalam acara tersebut, Menteri Pertanian melakukan pelepasan ekspor tanaman hias, buncis dan tomat hasil petani setempat.

Sebanyak sebanyak 306.000 set tahaman hias dracaena hasil Kelompok Tani Alamanda dilepas ke pasar di Asia dan Timur Tengah. Sementara ekspor buncis dan tomat sebesar 600 ton ke Singapura dilakukan oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Wargi Panggupay bersama CV. Fortuna Agro Mandiri.

Baca Juga : Peluang Bisnis Ekspor Krisan Masih Sangat Besar

Ekspor produk hortkultura memang menunjukkan tren peningkatan beberapa tahun terakhir. Bawang merah, misalnya. Indonesia sudah stop impor bawang merah sejak 2016 seiring peningkatan produksi petani lokal. Tahun 2017, ekspor bawang merah bisa tembus hingga 7.750 ton, dan ditargetkan tahun ini bisa dua kali lipatnya.

Komoditas buah-buahan juga cukup diminati di mancanegara antara lain, salak, manggis dan juga nanas.

“Tahun ini, impor buah-buahan menurun signifikan sekitar 20-30%. Sebaliknya, ekspor buah seperti manggis justru ekspor Indonesia melesat tahun ini,” kata Amran.

Kementan juga memberikan insentif bagi petani untuk mengembangkan produk hortikultura berkualitas ekspor. Melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementan mendistribusikan benih unggul hasil inovasi teknologi kepada sejumlah kelompok tani, dinas pertanian, dan petani mewakili berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga : Mentan Dorong Malang Jadi Sentra Jeruk Nasional

Benih unggul yang dibagikan antara lain: 24 ton benih bawang merah varietas Bima, 26 ton benih kentang varietas Granola L, serta 20 ton benih bawang putih.

Selain itu Kementan memberikan 16.700 polybag benih buah-buahan (mangga, manggis, durian, jengkol, dan pete). Kemudian ada 8.000 ribu polybag benih jeruk. Masing-masing 4.000 ribu varietas Keprok Batu 55, 1.000 Keprok Borneo Prima, 1.000 Siem Pontianak dan 1.000 polybag Siem Banjar.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan