border=

Edan! Anggur Hijau Disemprot Cat Jadi Merah!

Anggur hijau dicat merah
(“Coba Sampeyan cicipi sendiri anggurnya, Bos”. Image : thesun.co.uk)

Pomidor.id – Kelakuan menjijikkan pedagang makanan yang pokoknya cari untung tanpa menghiraukan kesehatan para pembelinya, ternyata tak hanya terjadi di Indonesia. Di Pakistan malah lebih ekstrem. Saking mbelingnya, anggur yang jelas-jelas warna asalnya hijau, disemprot cat jadi merah! Situ sebenarnya mau jualan buah apa mau jualan keramik, sih?

Dilansir dari Daily Mail, kejadian bermula ketika Layla Khan, seorang warga Birmingham, Inggris, sedang mengunjungi kerabatnya yang sakit di Afzalpur, Pakistan. Ia dikabari bibinya sakit tak lama setelah memakan anggur yang dibeli di pinggir jalan.

Karena penasaran apa penyebab bibinya tiba-tiba jatuh sakit, Layla dan sepupunya diam-diam mendatangi kios buah di mana bibinya membeli anggur tersebut.

 border=

Baca Juga : Limbah Industri Ubah Anjing Jadi Biru di India

Betapa terkejutnya mereka ketika melihat seorang pedagang tengah berjongkok di belakang kios sembari memegang sebuah kaleng cat semprot. Yang bikin bergidik, kaleng berisi cat warna merah itu dengan santainya ia semprot-semprotkan ke anggur hijau di tangan kirinya.

Insiden yang sengaja direkam itu menunjukkan si pedagang yang berusia paruh baya itu hanya menengok ke arah kamera dan nyengir. Setelah itu seolah merasa tak bersalah, pelan-pelan ia menaruh buah anggur hijau yang sudah dicat ke deretan “anggur merah” lainnya.

 border=

Si pedagang tak banyak berkomentar ketika dicecar pertanyaan mengapa ia melakukan hal itu. Namun sepintas anggur yang sudah berubah warna itu tampak menarik dan bisa merangsang minat pembeli.

Layla mengatakan ia telah melaporkan peristiwa itu ke polsek setempat, yang sayangnya tak terlalu menanggapi. Padahal kecurangan pedagang makanan semacam ini sudah berkali-kali terekam kamera.

Baca Juga : Serikat Petani Nigeria Kecam Penggunaan Karbit untuk Produk Makanan

Praktik-praktik tak senonoh mencampurkan makanan dengan zat-zat kimia berbahaya jamak terjadi di negara-negara yang regulasi keamanan makanannya kurang ketat atau sanksinya tak tegas. Tak terkecuali di negara kita.

Demi mengeruk keuntungan sebesar-besarnya, para pedagang nakal tak segan menggunakan formalin, boraks, pewarna tekstil, atau bahan-bahan kimia lainnya ke dalam makanan. Mereka terus saja melakukannya kendati tahu betul itu sangat membahayakan kesehatan konsumen. Anehnya, ketika disuruh menyantap makanan dagangannya sendiri, dengan beribu satu alasan mereka akan menolaknya.

Mau duit racunnya tapi ga mau racunnya. Kan kurang ajar tuh namanya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan