border=

Jamur Dapat Menjadi Sumber Alternatif Pangan Bergizi

Jamur sebagai alternatif pangan bergizi
(Jamur tiram. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tengah menggalakkan budidaya jamur pangan agar dapat dikonsumsi secara layak dan luas bagi masyarakat Indonesia. Image : pixabay.com)

Pomidor.id – Jamur pangan merupakan salah satu sumber daya hayati yang berkembang pesat dan menjadi komoditas pangan. Ditunjang dengan budidayanya yang relatif tidak terlalu sulit serta semakin digemari masyarakat, jamur dapat menjadi sumber alternatif pangan bergizi.

Hal itu diungkapkan Peneliti Pusat Penelitian Biologi LIPI, Iwan Saskiawan. Ia merujuk pada data Kementerian Pertanian yang menunjukkan bahwa produksi dan luas kebun jamur di Indonesia yang terus meningkat dari waktu ke waktu.

 border=

“Kecenderungan peningkatan luas tanam budidaya jamur disebabkan oleh beberapa faktor. Seperti kandungan gizi yang tinggi, teknologi budidaya jamur yang ramah lingkungan, kondisi alam yang mendukung, nilai ekonomi yang tinggi, dan peluang pasar yang luas,” terang Iwan.

Ia memaparkan jamur adalah bahan pangan fungsional. Baik itu yang bersifat sebagai nutraceutical (jamur segar) maupun nutriceutical (bahan olahan/ekstrasi jamur).

Selain itu, jamur pangan juga mulai dikembangkan sebagai komoditas sayuran organik yang tidak menggunakan pupuk dan pestisida kimia. Hal ini membuat budidaya jamur tergolong ramah lingkungan.

 border=

Baca Juga : Jamur Kian Populer Sebagai Pengganti Daging

Di sisi lain, limbah yang berasal dari media tanam jamur pangan dapat diolah dan dijadikan sebagai pupuk organik untuk menjaga kesuburan tanah.

Sedangkan berkaitan dengan kandungan gizi dalam jamur tiram putih misalnya, protein yang terkandung di dalamnya rata-rata 3,5-4 persen dari berat basah. Ini berarti dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan asparagus dan kubis.

Jika dihitung berat kering, kandungan proteinnya 19-35 persen. Itu juga lebih tinggi dari beras yang hanya 7,3 persen, gandum 13,2 persen, dan susu sapi 25,2 persen.

“Jamur tiram putih juga mengandung lemak sebanyak 72 persen. Di dalam jamur itu, terdapat asam lemak tak jenuh. Sehingga aman dikonsumsi bagi penderita kelebihan kolesterol (hiperkolesterol) maupun gangguan metabolisme lipid lainnya. Lalu, sekitar 28 persen asam lemak jenuh serta adanya semacam polisakarida kitin di dalamnya dapat menimbulkan rasa khas yang enak,” ungkap Iwan.

Kandungan protein yang dimiliki jamur tiram putih dapat dijadikan sebagai sumber alternatif pangan bergizi. Tak hanya itu, jamur juga dapat menjadi sumber protein murah pengganti daging.

Budidaya jamur
(Budidaya jamur yang relatif tidak terlalu rumit serta tingkat konsumsi masyarakat yang kian tinggi, menjadikan jamur dapat menjadi alternatif pangan bergizi yang murah dan terjangkau. Image : lipi.go.id)

Baca Juga : Pasar Jamur Obat Terus Tumbuh di Tahun 2018

Jamur bisa pula sebagai Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI). Sebagai contoh, jamur tiram putih mengandung beberapa senyawa aktif yang bersifat sebagai imunomodulator untuk menjaga daya tahan tubuh dari serangan penyakit.

Karena itu, kandungan gizi yang ada di jamur tersebut sangat baik untuk membantu perkembangan anak balita tumbuh sehat.

Para peneliti di LIPI saat ini tengah berusaha mengembangkan bubur bayi instan yang enak dan bergizi.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan