border=

Kemitraan BUMN-Peternak Untuk Dongkrak Produksi Susu Nasional

Kemitraan untuk dongkrak produksi susu nasional
(Penandatangan nota kesepahaman kemitraan antara PT. Jasindo dengan Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung, Kabupaten Malang, Sabtu (22/9). Image : istimewa)

Pomidor.id – Salah satu solusi untuk mendongkrak produksi susu nasional dibutuhkan kerja sama banyak pihak. Termasuk di antaranya adalah kemitraan antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan swasta, dalam hal ini peternak lokal. Kerja sama tersebut dapat berupa Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL).

Demikian penuturan Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian. Ia menyatakannya saat menghadiri penandatangan nota kesepahaman antara PT Jasindo (BUMN) dengan Koperasi Agro Niaga (KAN), Jabung, Kabupaten Malang, Sabtu (22/9).

Menurutnya, hal itu perlu dilakukan mengingat produksi susu nasional masih jauh dari mencukupi kebutuhan dalam negeri.

 border=

“Untuk meningkatkan skala usaha peternak sapi perah, Kementerian Pertanian melalui Ditjen PKH terus mendorong semua pihak, baik swasta maupun BUMN bermitra dengan peternak,” ujar Fini.

Baca Juga : Konsumsi Susu Masyarakat Perlu Ditingkatkan

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, produksi susu segar nasional di tahun 2017 sebesar 922,9 ribu ton atau hanya mampu memenuhi 20,8 persen kebutuhan susu dalam negeri. Sementara sisanya masih impor.

 border=

Fini menjelaskan, hal ini karena perkembangan populasi dan produktivitas sapi perah masih rendah.

Data BPS (2017) menyebutkan, rumah tangga peternakan sapi perah nasional sebanyak 142 ribu. Sebagian besarnya merupakan peternak kecil dengan kepemilikan sapi perah di bawah 4 ekor.

Pemerintah sendiri selama ini terus melakukan berbagai upaya untuk pengembangan populasi sapi perah. Di antaranya melalui bantuan ternak, program Upsus Siwab (Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting), subsidi bunga Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS), Kredit Usaha Rakyat (KUR), bantuan premi asuransi serta memfasilitasi pengembangan investasi dan kemitraan.

Namun karena keterbasan APBN, berbagai upaya tersebut belum sepenuhnya maksimal. Dibutuhkan sumber-sumber pembiayaan lain non APBN.

Baca Juga : Kementan Tak Lagi Wajibkan Industri Serap Susu Sapi Peternak Lokal

Oleh karena itu, Fini melanjutkan, langkah PT. Jasindo yang melakukan pendampingan dan pemberdayaan peternak lokal, patut didukung. Program kemitraan peternak lokal dengan BUMN yang bergerak di bidang jasa asuransi ini merupakan salah satu sumber pembiayaan murah dengan bunga 3 persen dan tenggang pengembaliannya 3 tahun.

“Pemerintah memberikan apresiasi kepada PT. Jasindo yang telah percaya kepada usaha peternakan dan meluncurkan Program Kemitraan BUMN kepada 50 orang peternak anggota KAN Jabung dengan total pembiayaan Rp. 1 Miliar. Pembiayaan ini akan digunakan untuk pembelian 50 ekor sapi perah oleh KAN Jabung,” kata Fini.

Fini berharap ini merupakan langkah awal, dan mamacu lebih banyak lagi BUMN maupun swasta agar bermitra dengan peternak kecil. Sehingga percepatan peningkatan produksi susu sapi di dalam negeri dapat lebih cepat terealisasi.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan