border=

Pemanasan Global Pacu Perkembangan Populasi Hama Tanaman

Populasi hama tanaman berkembang pesat
(Ulat pada tanaman jagung. Naiknya temperatur bumi membuat banyak spesies hama pengganggu tanaman bereproduksi lebih cepat, lebih rakus dan semakin resisten terhadap racun pestisida. Image : navalwiki.info)

Pomidor.id – Sejak manusia mengenal peradaban bercocok tanam untuk memenuhi kebutuhan pangannya, sejak saat itu pula manusia mulai akrab dengan segala jenis serangga perusak tanaman. Diperkirakan sekitar dua puluh persen tanaman pangan di seluruh dunia gagal panen akibat serangan ribuan jenis serangga tersebut. Keadaan akan makin bertambah parah dengan meningkatnya suhu bumi yang membuat perkembangan populasi hama tanaman kian sulit dikendalikan.

Studi yang dipublikasikan di sebuah jurnal ilmiah mengingatkan bahwa pemanasan global tak hanya menghangatkan temperatur bumi, namun juga akan memacu pertumbuhan populasi hama tanaman, khususnya tanaman pangan.

 border=

Yang mencemaskan, hal ini akan membuat petani lebih banyak lagi menggunakan pestisida. Padahal penggunaan pestisida yang berlebihan berkorelasi langsung terhadap kesehatan dan pencemaran lingkungan.

Studi tersebut menyebutkan setiap kenaikan temperatur satu derajad Celsius akan berdampak pada meningkatnya serangan hama yang menimbulkan kerusakan tanaman pangan seperti beras, jagung dan gandum 10 hingga 25 persen.

Baca Juga : Serbuan Hama dan Penyakit Ancam Ketahanan Pangan Global

 border=

Dr. Curtis Deutsch, salah seorang peneliti, bahkan mengatakan pertumbuhan serangga perusak tanaman akan meningkat dua kali lipat jika suhu bumi bertambah rata-rata empat derajad Celsius. Tanpa kerja keras semua pihak untuk mencegahnya, peningkatan suhu sebesar itu diprediksi akan terjadi pada akhir abad ini.

Temperatur yang semakin tinggi mempercepat metabolisme serangga sehingga merangsang mereka lebih “rakus”. Selain itu, siklus hidup mereka juga menjadi lebih cepat dan bereproduksi lebih banyak.

Kedua efek ini jelas akan mengancam tanaman pangan yang dibudidayakan manusia. Dengan jumlahnya yang terus bertambah, manusia membutuhkan lebih banyak lagi pasokan makanan. Gangguan sekecil apa pun pada produksi makanan, termasuk oleh hama tanaman, bakal menimbulkan masalah pelik.

Hama wereng coklat
(Hama wereng coklat. Pada tingkatan serangan yang parah akan mengurangi secara signifikan produksi tanaman padi yang menjadi makanan pokok sebagian besar penduduk Indonesia. Image : flickr.com)

Untuk mendukung penelitian, Dr. Deutsch dan para koleganya menggunakan model statistik dalam mensimulasikan efek pemanasan global pada daya makan dan reproduksi serangga.

Tanaman yang mereka teliti adalah gandum, jagung dan padi. Ketiga tanaman ini merupakan 42 persen sumber kalori yang dikonsumsi langsung oleh manusia.

Baca Juga : Penggunaan Pestisida Mutlak Harus Dikendalikan

Dr. Deutsch menambahkan, pestisida memang dapat mengurangi kerugian tanaman akibat serangan serangga. Namun efektivitasnya tetap dipertanyakan.

“Sangat membantu di satu wilayah yang belum pernah digunakan pestisida. Tetapi di wilayah yang lain (yang sering penggunaan pestisida), efektivitasnya belum tentu maksimal,” ujarnya.

Selain membahayakan organisme lain dan menimbulkan masalah kesehatan bagi manusia, dirunut dari proses pembuatan, pengangkutan serta penggunaannya, pestisida jelas-jelas berkontribusi besar terhadap pemanasan global.

Profesor Chemical Oceanography di Universitas Washington ini menegaskan solusi konkritnya adalah mengurangi secara drastis emisi gas rumah kaca yang disebabkan aktivitas manusia..

“Jalan keluar dari masalah dengan jutaan efek samping ini adalah langsung ke akar persoalannya. Emisi karbon yang kita produksi. Tanpa upaya bersama mengendalikannya, kita akan berkutat pada masalah yang itu-itu juga,” tukasnya.

Penggunaan pestisida di sawah
(Penggunaan pestisida secara massif tak hanya mengancam kesehatan manusia, tapi juga berkontribusi besar terhadap pemanasan global. Image : pinterest.com)

Baca Juga : Perubahan Iklim atau Pemanasan Global Penyebab Bencana?

Sementara para ilmuwan sibuk berdebat dengan argumen warna-warni, nun di dunia yang lain, populasi hama tanaman tahu-tahu meledak. Sebab, mereka diam-diam sibuk beranak pinak dengan memodifikasi genetikanya secara evolusioner. Mereka jadi lebih tahan racun, lebih rakus, lebih cepat bereproduksi dan lebih invasif.

Maka, ancaman kelaparan massal di berbagai belahan bumi bukan lagi prediksi-prediksi menakutkan di atas kertas. Tapi sudah di depan mata.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan