border=

Pemerintah Didorong Genjot Sektor Produksi Berorientasi Ekspor

Perikanan adalah sektor produksi berorientasi ekspor
(Hasil laut merupakan sektor produksi yang dapat menjadi andalan ekspor Indonesia. Image : kkp.go.id)

Pomidor.id – Jika pembatasan impor sejumlah komoditas pangan harus dilakukan hati-hati karena Indonesia belum mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri, hal sebaliknya berlaku pada sektor produksi yang memiliki keunggulan dan bisa diekspor. Sektor produksi berorientasi ekspor tersebut agar dimaksimalkan sehingga dapat memperbaiki kinerja ekonomi secara nasional.

Hari Kamis, (6/9), Menteri Pertanian melepas ekspor 9 ribu ton buah manggis ke China melalui Bandara Ngurah Rai, Bali. Pada hari dan di tempat yang sama, Mentan juga melepas ekspor 17.340 bibit ayam petelur ke Timor Leste.

 border=

Kendati tidak secara signifikan berkontribusi terhadap peningkatan devisa negara, namun kegiatan ekspor produk-produk pertanian dan peternakan semacam itu musti lebih diintesifkan lagi.

Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Arif Budimanta, mengatakan pemerintah agar mendorong geliat sektor-sektor produksi berorientasi ekspor.

Baca Juga : Ekspor Sawit Selamatkan Neraca Dagang RI dari Defisit

 border=

Menurutnya, pertanian, peternakan, perkebunan, kehutanan dan perikanan merupakan sektor-sektor yang dapat menjadi andalan di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Dengan demikian hal itu diharapkan ikut membantu kinerja ekonomi nasional secara keseluruhan.

Ia menjelaskan output sektor-sektor tersebut berorientasi ekspor, sehingga memiliki keuntungan ketika mata uang rupiah melemah.

“Presiden mengatakan ada dua kegiatan yang bisa dilakukan untuk menyiasati pelemahan rupiah yakni kegiatan ekspor impor dan investasi. Tapi investasinya juga harus diukur, sektor mana yang justru bisa maksimal di saat-saat seperti ini,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (6/9).

Untuk mendorong investasi di sektor tersebut, ia menyarankan agar pemerintah memberikan insentif. Baik itu berupa pengurangan pajak, bantuan pengembangan pasar, dan lain sebagainya.

Baca Juga : Pemerintah Upayakan Akselerasi Ekspor Udang Vaname

Adapun nilai ekspor hasil pertanian Januari-Juni 2018 sebesar USD 1,88 miliar, atau 1,8% terhadap total ekspor Januari-Juli 2018.

Sementara itu, sektor pertambangan dan penggalian, listrik, gas, air bersih serta, dan sektor bangunan memiliki korelasi negatif terhadap pelemahan rupiah. Hal itu disebabkan oleh tingginya input impor pada bidang tersebut.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan