border=

Restoran All You Can Eat Cekal Pelanggan yang Nafsunya Makannya Keterlaluan

Restoran all you can eat cekal seorang pelanggan
(Akibat nafsu makannya yang di atas rata-rata manusia normal, sebuah restoran sushi terpaksa mencekal seorang pelanggannya untuk makan di sana. Image : thelocal.de)

Pomidor.id – Restoran all you can eat di mana saja tentu sudah berhitung cermat ketika menawarkan kebebasan makan sepuasnya kepada para konsumennya. Berapa banyak, sih, kemampuan perut manusia menampung makanan dalam satu waktu? Paling-paling dua atau tiga porsi sudah cukup membuat seseorang ngos-ngosan kekenyangan. Restoran model begini tidak akan rugi karena harga makanan yang dipatok sudah dinaikkan beberapa kali lipat dibanding seporsi makanan yang sama di tempat lain. Syaratnya satu, makanan tak boleh dibawa pulang.

Namun cerita akan berbeda seratus delapan puluh derajad ketika yang datang adalah pengunjung yang memiliki nafsu makan gila-gilaan. Sebuah restoran all you can eat bahkan sampai-sampai harus mem-blacklist seorang konsumen gara-gara perutnya terlalu “elastis”.

Dikutip dari media lokal, Jaroslav Bobrowsi, seorang atlet triatlon Jerman, belum lama ini terpaksa dicekal sebuah restoran sushi karena sanggup menghabiskan 100 piring makanan tanpa jedah. Pemilik restoran pun menganggapnya “tidak normal” dan “buruk” bagi bisnis.

 border=

Bobrowski, 30, selain sehari-hari bekerja di bidang perangkat lunak komputer, juga merangkap sebagai atlet triatlon. Saat ini, ia tengah menjalani diet khusus tidak makan apa-apa selama 20 jam sehari. Namun setelah itu ia boleh menyantap apa saja sampai perutnya betul-betul penuh.

Baca Juga : Koki Italia Buka Restoran Gratis untuk Orang Miskin

Kisah bermula ketika Bobrowski dan kekasihnya menyempatkan mampir ke Restoran all you can eat yang menyajikan sushi di Landshut, Bavaria, pekan lalu. Restoran sushi itu mematok harga tetap €15.90 (sekitar Rp 310 ribu) per pengunjung untuk makan sepuasnya.

 border=

Apa yang terjadi kemudian sungguh di luar dugaan. Bobrowski yang lagi kelaparan, main hajar saja menghabiskan piring demi piring makanan yang ia pesan.

Para pelayan yang tercengang dengan kemampuan si atlet sableng ini meludeskan begitu banyak makanan, hanya bisa membatin sebal saat membereskan meja di mana Bobrowski dan kekasihnya makan. Tak lama kemudian, manajer restoran itu datang mengatakan mereka tidak bisa lagi menerimanya di restoran tersebut.

Terang saja si atlet kaget dengan keputusan manajemen restoran yang melarangnya makan di sana. Bobrowski lantas mengunggah pengalamannya ke internet dan menjadi trending topik di Jerman.

Baca Juga : Kedai Pizza di AS Terapkan Aturan Dilarang Bawa Anak Kecil

Pemilik restoran cepat-cepat menanggapi keluhan si pelanggan “mbeling” itu sebelum merembet ke hal-hal yang bisa tambah merugikan bisnisnya.

“Dengan berat hati kami tidak bisa menerima lagi Mr. Jaroslav karena setiap kali makan porsinya setara dengan empat-lima orang,” terang sang pemilik restoran.

Jaroslav Bobrowski
(Si pelanggan mbeling, Jaroslav Bobrowski dan ilustrasi sushi kegemarannya. Image : pnp.de)

Kendati sempat kesal karena dicekal makan di sebuah restoran, Bobrowski yang memiliki tinggi 172 cm dan berat badan hanya 79 kg ini, akhirnya geli sendiri. Setelah kisahnya viral di Jerman, rekan-rekannya sesama atlet malah memberinya ucapan selamat atas prestasinya. Sangat jarang, lho, seseorang di-blacklist restoran all you can eat hanya gara-gara makan terlalu banyak.

Baca Juga : Restoran di Perancis Larang Telpon Seluler Saat Makan

Ketika ada yang iseng bertanya di restoran mana lagi ia akan mengacau, Bobrowski mengatakan ada restoran sushi lain di Landshut yang tak gentar dengan selera makannya.

Alih-alih melarangnya datang, pihak restoran memintanya dengan sopan untuk lebih dulu memesan minuman sebelum makan. Dengan banyak minum sebelumnya, pihak restoran yakin nafsu makan Bobrowski bisa diredam.

Pinter juga, nih, restoran.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan