border=

Atasi Stunting, Kementan Lepas Padi Dengan Kandungan Zinc Tinggi

Kementan Luncurkan Padi Dengan Kandungan Zinc Tinggi
(Kementan luncurkan varietas padi dengan kandungan zinc tinggi untuk mengatasi masalah stunting di Indonesia. Image : Dok. Kementerian Pertanian)
Pomidor.id – Varietas padi yang menjadi makanan pokok penduduk Indonesia umumnya memiliki kandungan Zn (Zinc) rendah. Kurangnya kandungan gizi besi ini menjadi salah satu faktor penyebab kekerdilan atau stunting yang prevelansinya cukup besar dan merata di Indonesia.

Oleh karena itu, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) berinisiatif meluncurkan varietas baru yang memiliki kandungan Zinc tinggi untuk mengatasi kekurangan gizi besi yang cukup banyak dialami Indonesia.

“Dalam upaya meningkatkan nilai gizi sekaligus untuk mengatasi kekurangan gizi besi pada masyarakat, kami akan melakukan langkah melaui biofortifikasi. Yaitu perakitan varietas padi dengan kandungan Zinc tinggi,” kata Kepala BB Padi Priatna Sasmita, dalam keterangan tertulis, Selasa, (9/10).

 border=

Priatna menyatakan, hal tersebut telah dirintis antara lain di IRRI sejak tahun 2000-an dan telah menghasilkan galur-galur yang diuji di negara-negara kolaborator, seperti IRRI (International Rice Research Institute) dan Harvest Plust Project (kolaborasi CIAT dan IFPRI).

Material pemuliaan tersebut telah diuji di negara-negara kolaborator penelitian, antara lain Filipina, Bangladesh dan Indonesia.

Baca Juga : Kadar CO2 yang Tinggi Kurangi Nutrisi Padi

 border=

Pengujian materi pemuliaan padi Zn tinggi dari IRRI mulai diuji di Indonesia pada tahun 2009. Lalu mulai diintensifkan pada tahun 2013. Pemurnian dan seleksi materi-materi pemuliaan tersebut telah menghasilkan galur-galur harapan yang mulai diuji multi lokasi pada tahun 2016,

“Pada tahun 2016-2017, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian melakukan Uji Multi Lokasi galur-galur dengan kandungan Zn tinggi di beberapa provinsi di pulau Jawa, Sumatera Utara dan Nusa Tenggara Barat,” jelas Priatna.

Galur-galur tersebut adalah : IR97477-115-1-CRB-0-SKI-1-SKI-0-2 (Inpari 46 Nutri Zinc), IR99680-3-CRB-0-SKI-1-SKI-2-5 (Inpari 47 Nutri Zinc), dan IR99270-34-2-1 (Inpari 48 Nutri Zinc).

Setelah melalui beberapa metode pengujian dari mulai uji multi lokasi, pengujian ketahanan hama penyakit, pengukuran Zn sampai evaluasi karakter mutu gabah dan fisiko kimia beras, tiga galur tersebut memiliki kandungan Zinc tinggi.

Varietas Padi Dengan Kandungan Zinc Tinggi
(Gabah dan beras galur IR97477-115-1-CRB-0-SKI-1-SKI-0-2 serta varietas pembanding. Image : Dok. Litbang Kementerian Pertanian)

Baca Juga : China Kembangkan Varietas Padi yang Tahan Air Asin

Dari 3 galur yang diusulkan, galur Inpari 46 Nutri Zinc dinyatakan lulus untuk dilepas sebagai varietas unggul. Pelepasan dilakukan oleh tim penilai varietas tanaman pangan dibawah koordinasi Direktorat Jenderal Tanaman Pangan di Bogor, 3 Oktober 2018.

Varietas Inpari 46 Nutri Zinc memiliki kadar amilosa 16,6% dan potensi kandungan Zn 34,5i ppm. Pelepasan galur-galur sebagai varietas baru diharapkan mampu meningkatkan nilai gizi masyarakat Indonesia pada umumnya. Selain itu juga dapat mengatasi kondisi gizi Zn buruk yang ditandai antara lain dengan adanya prevalensi kekerdilan (stunting) yang tinggi.

“Galur-galur yang diusulkan tersebut memiliki kandungan Zn dalam beras paling tinggi diantara galur yang diuji. Sehingga sangat prospektif untuk dilepas sebagai varietas padi unggul baru dengan keunggulan kandungan Zinc tinggi, produktivitas tinggi, tahan WBC, Blas dan Tungro. Rasa nasinya juga enak dan pulen”, ungkap Priatna.

Baca Juga : Memanfaatkan Teknologi Nuklir untuk Pacu Ekspor Komoditas Pertanian

Priatna menambahkan, langkah ini sangat strategis karena padi merupakan sumber makanan pokok penduduk Indonesia. Ia berhadap Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) bisa melakukan perakitan varietas yang memiliki kandungan gizi target antara lain Zn yang tinggi, sesuai dengan tingkat yang dibutuhkan.

“Mudah-mudahan setelah SK pelepasan varietas tersebut terbit, benihnya dapat segera diperbanyak agar bisa segera dikembangkan untuk dimanfaatkan petani. Ke depan, varietas ini akan menunjang upaya menjaga ketahanan gizi masyarakat dan ketahanan pangan nasional,” pungkas Priatna.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan