border=

Beban Bulog Kian Berat Dengan Tambahan Tugas Serap Telur dan Ayam

Beban Bulog Bertambah Harus Serap Telur dan Ayam
(Tambahan tugas membeli telur dan ayam ketika harganya di bawah harga acuan pasar, diperkirakan akan semakin menambah beban Bulog. Image : istimewa)
Pomidor.id – Peraturan Menteri Perdagangan No.96/2018 tentang Harga Acuan di Tingkat Petani dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen, bakal menambah beban Bulog. Pasalnya, dalam Permendag yang mulai berlaku per tanggal 1 Oktober 2018 itu, Bulog dan BUMN lainnya ditugasi menyerap telur dan ayam di tingkat petani sesuai harga acuan. Keharusan pembelian ini terutama jika harga komoditas yang diatur berada di bawah harga acuan di pasaran.

Menanggapi hal itu, pemerhati pangan dari Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi), M. Husein Sawit mengatakan, tambahan penugasan penyerapan komoditas pangan yang dibebankan kepada Bulog akan semakin memperberat kinerja perusahaan pelat merah tersebut. Beban Bulog saat ini sudah sangat besar karena ditugaskan menyerap beras, gula, dan bawang merah.

“Bulog ini kesannya dipaksa merugi terus. Mereka harus cari dana sendiri untuk penyerapan dan setiap saat ketika ada gejolak di pasar, Bulog harus ikut bertanggung jawab. Padahal, Bulog sebenarnya tidak berpengalaman mengendalikan harga melalui penyerapan dari petani,” jelasnya akhir pekan lalu.

 border=

Baca Juga : Batas Bawah Batas Atas Harga Telur dan Daging Ayam Berlaku Hari Ini

Melalui beleid tersebut, harga acuan ayam dan telur dinaikkan setelah harganya anjlok di pasaran akibat kelebihan pasokan. Beleid tersebut dibuat sebagai solusi setelah pengusaha sektor perunggasan mengadu ke Kemendag pada akhir September.

Dalam Permendag tersebut, harga acuan telur di tingkat peternak ditetapkan senilai Rp 18.000/kg dan batas atasnya Rp 20.000/kg. Sementara itu, harga penjualan di tingkat konsumen Rp 23.000/kg.

 border=

Untuk harga penjualan ayam hidup di tingkat peternak ditetapkan batas bawahnya Rp 18.000/kg dan batas atasnya Rp 20.000/kg. Adapun, di tingkat konsumen menjadi Rp 34.000/kg.

“Saya pastikan Bulog akan semakin merugi. Padahal Bulog ini dituntut untuk untung sebagai korporasi. Makanya, Kemendag maupun Kementan jangan main limpahkan tanggung jawab ke Bulog. Perbaiki sisi hulu sektor pangan yang terus bermasalah ini,” tegas Husein.

Baca Juga : Kenaikan Harga Acuan Telur dan Ayam Beri Kepastian Usaha

Sementara itu, Direktur Pengadaan Bulog Bachtiar Utomo mengatakan, perusahaannya siap menyerap telur dan ayam apabila ditugaskan pemerintah.

Dia menyebutkan, skema pengadaan dana untuk serapan telur dan ayam akan sama dengan komoditas beras dan gula.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan