border=

Butuh Irigasi Malah Dikasih Patung Tertinggi di Dunia, Ya Ngamuklah Petani

Patung Tertinggi di Dunia
(Patung pahlawan India asal Gujarat, Sardar Vallabhbhai Patel, tingginya mencapai 182 meter. Namun pembangunannya diprotes karena dananya dianggap lebih bermanfaat untuk membenahi infrastruktur pertanian, yang merupakan pekerjaan mayoritas penduduk setempat. Image : NDTV)
Pomidor.id – Alih-alih mendapat apresiasi, pembangunan patung tertinggi di dunia malah memancing emosi kaum petani di salah satu negara bagian India. Menurut mereka, ketimbang menghambur-hamburkan jutaan dolar untuk membuat patung, mending dana itu dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur seperti bendungan irigasi.

Selama bertahun-tahun petani di Gujarat, negara bagian di barat India, harus berjuang keras untuk mendapatkan air demi menghidupi tanaman-tanamannya. Begitu pula dengan yang dialami Vijendra Tadvi. Petani berusia 39 tahun itu menanam cabai, jagung dan kacang tanah di lahannya yang seluas 1,2 hektar.

Namun bekerja sebagai petani bukan perkara mudah. Seperti jutaan petani lain di India, Tadvi hanya menggantungkan pada air hujan untuk mengairi lahan pertaniannya. Air hujan merupakan 80 persen sumber air di daerahnya. Ada pula wilayah yang kaum petaninya menggantungkan seratus persen pasokan dari air hujan.

 border=

Maka ketika tiba musim kemarau, yang sering kali berlangsung lama, Tadvi dan koleganya sesama petani sulit mengandalkan penghasilan dari pekerjaannya karena sumber-sumber air mengering.

Jika sudah begini, para petani akan bekerja serabutan agar asap dapur tetap mengepul. Tadvi sendiri sudah sejak tahun 2015 nyambi jadi supir proyek bangunan demi menambah penghasilan.

Vijendra Tadvi
(Vijendra Tadvi, salah seorang petani di Gujarat. Ia terpaksa bekerja serabutan sebagai sopir truk proyek bangunan di musim kemarau karena sumber air menipis akibat ketiadaan bendungan irigasi. Image : BBC)

Baca Juga : Pembangunan Bendungan Salah Satu Kunci Menuju Ketahanan Pangan

 border=

Yang membuat para petani meradang, kesulitan akses memperoleh air yang mereka alami bertahun-tahun, tampaknya tidak menjadi prioritas penguasa. Pemerintah negara bagian malah membangun patung yang menghabiskan dana jutaan dolar. Bahkan tak main-main, patung itu diklaim adalah patung tertinggi di dunia.

Meski patung itu dimaksudkan untuk menghormati pemimpin kemerdekaan India asal Gujarat, Sardar Vallabhbhai Patel, namun pembangunannya dianggap bernuansa mercusuar serta tidak berempati pada kesulitan para petani.

Pembangunan patung berlapis perunggu tersebut menelan biaya USD 430 (sekitar Rp 655 milyar). Pemerintah Gujarat menanggung lebih dari 50 persen pembiayaannya. Sementara sisanya berasal dari pemerintah federal dan sumbangan masyarakat. Patung itu sendiri tingginya 182 meter.

Persoalannya, pembangunan patung itu dinilai tidak tepat di tengah-tengah buruknya infrastruktur pertanian di kawasan tersebut.

Protes Petani India
(Petani India demo menuntut pemerintah lebih serius memperhatikan infrastruktur dasar sektor pertanian seperti irigasi. Image : BBC)

“Ketimbang menghambur-hamburkan dana untuk patung raksasa, pemerintah semestinya menggunakannya untuk petani di daerah ini,” ujar Tadvi sebagaimana dikutip BBC.

Apa yang dikatakan Tadvi beralasan. Sebab para petani di wilayah tersebut masih kekurangan fasilitas irigasi dasar.

Baca Juga : Puluhan Ribu Petani India Bunuh Diri Akibat Perubahan Iklim

Sosok Patel yang dijadikan patung adalah pemimpin nasionalis kelahiran Gujarat. Setelah India merdeka, Patel pernah menjadi menteri dalam negeri dan kemudian menjadi wakil perdana menteri di bawah kepemimpinan Jawaharlal Nehru.

Pembangunan patung yang dinamakan “Patung Persatuan” adalah inisiatif Perdana Menteri Narendra Modi yang juga asal Gujarat di tahun 2010, ketika ia masih menjadi Menteri Besar Negara Bagian.

Tetapi niatnya untuk mengenang Patel melalui patung, mendapat penolakan keras penduduk. Menjelang peresmiannya, 22 perwakilan dari desa-desa di distrik Gujarat menulis surat terbuka kepada PM Modi yang menolak kedatangan Perdana Menteri dari partai nasionalis Hindu, Bharatiya Janata Party (BJP), tersebut.

Tetua Adat Prihatin
(Tetua adat yang prihatin dengan kondisi infrastruktur pertanian di Gujarat yang tak kunjung membaik. sepakat menolak kedatangan PM Narendra Modi yang hendak meresmikan “Patung Persatuan” hari ini, 31 Oktober 2018. Image : Express UK)

“Saat kami berjuang untuk mendapatkan fasilitas infrastruktur dasar untuk sekolah, rumah sakit dan air minum, Sampeyan malah buang-buang uang untuk pembangunan patung dan peresmiannya. Dengan berat hati, kami, penduduk seluruh desa di sini, menolak menyambut kehadiran Sampeyan di tanah kami,” demikian bunyi surat terbuka yang ditujukan langsung kepada PM Modi.

Sesuai jadwal, inagurasi patung tertinggi di dunia itu akan dilakukan hari ini, 31 Oktober 2018.

Baca Juga : Harga Kubis Terjun Bebas, Petani India Lepas Ternak di Kebun

Tetapi pemerintah bergeming. Patung tertinggi di dunia itu diyakini justru akan meningkatkan ekonomi daerah karena diperkirakan akan menyedot 2,5 juta orang untuk mengunjunginya setiap tahun.

“Ini (keberadaan patung) akan menciptakan lapangan pekerjaan bagi penduduk setempat dan meningkatkan pariwisata daerah,” kata Sandeep Kumar, pejabat tinggi yang terlibat dalam proyek pembangunan patung.

Ucapan Kumar ini segera disanggah penduduk. Yang mereka butuhkan adalah irigasi untuk pertanian, bukan patung.

“Kami ingin bertanya kepada pemerintah, kenapa tidak bisa mendanai proyek untuk kesejahteraan dan memperbaiki taraf hidup petani? Dari dulu kami dijanjikan air untuk irigasi, tetapi keadaannya tetap sama saja,” sungut Lakhan, seorang tetua adat.

Lakhan juga mempertanyakan keseriusan komitmen pemerintah untuk menyediakan air bagi penduduk. Faktanya, hingga saat ini ribuan petani masih kesulitan mengakses air untuk irigasi.

Kekeringan Panjang
(Kekeringan panjang di wilayah Gujarat membuat tanah merekah sehingga mustahil ditanami apa pun. Image : Scroll India)

Baca Juga : Separuh Lahan Pertanian Tunisia Terancam Lenyap Tahun 2050

Walau pun separuh penduduk India bekerja di sektor pertanian, sektor yang berkaitan dengan pangan ini hanya menyumbang 15 persen dari PDB India. Tak jauh beda dengan di Indonesia, banyak faktor yang menyebabkan spiral kemiskinan terus membelit kaum petani di negara tersebut.

Selain tingkat pendidikan yang umumnya rendah, puluhan ribu ribu petani terjerat hutang rentenir, terperangkap sistem ijon yang tidak adil, fluktuasi harga yang lebih sering merugikan, serbuan impor, terdampak perubahan iklim, dlsb.

Pertanian di India
(Banyak petani di India yang masih menggunakan pola tradisional untuk menggarap lahannya. Minimnya infrastruktur penunjang membuat pemerintah kerap menjadi saaran kritik karena dinilai abai membenahi sektor pertanian di negara itu. Image : Ekpress UK)

Sementara itu, di tengah masalah kekeringan serta ancaman gagal panen yang dihadapi, pemerintah malah keukeuh dengan proyek mercusuar seperti membangun patung tertinggi di dunia. Ya ngamuklah petani. Lha memangnya patung bisa nampung air?

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan