border=

Cadangan Bulog Cukup, BPS Yakin Harga Beras Tetap Stabil

Cadangan Bulog cukup, Harga beras tetap stabil
(BPS meyakini harga beras akan tetap stabil mengingat memadainya stok/cadangan beras Bulog. Image : Antara Foto)

Pomidor.id – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Kecuk Suhariyanto, meyakini bahwa dengan cukup memadainya jumlah cadangan beras di Bulog, maka ke depannya diharapkan harga beras tetap stabil.

“Situasinya saat ini sangat berbeda dengan tahun lalu. Dengan cadangan Bulog yang cukup, saya yakin harga beras tetap stabil,” kata Suhariyanto dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (1/10/).

Kecuk menuturkan pada tahun lalu situasinya berbeda karena cadangan Bulog ketika itu relatif tidak aman.

 border=

Untuk September 2018 ini, papar Kepala BPS, bahan makanan mengalami deflasi sebesar 1,62 persen dan sumbangannya ke deflasi adalah sebesar 0,36 persen.

Namun ia mengakui bahwa ada dua komoditas yang harganya naik tipis, yaitu kentang dan beras.

“Beras itu naiknya 0,28 persen jadi sumbangannya ke inflasi hanya 0,01 persen. Ini sumbangannya kecil sekali kepada inflasi,” jelas Kecuk.

 border=

Baca Juga : Turunnya Harga Sejumlah Bahan Makanan Sumbang Deflasi September 0,18%

Nilai Tukar Petani Naik Tipis

Sementara itu, rilis BPS menyebutkan Nilai Tukar Petani (NTP) nasional September 2018 sebesar 103,17 atau naik 0,59 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,26 persen. Sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) turun sebesar 0,33 persen.

Pada September 2018, NTP Provinsi Jambi mengalami kenaikan tertinggi (1,68 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami penurunan terbesar (1,18 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.

NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan