border=

Dilarang Menanam, Petani Bawang Putih di China Bentrok vs Aparat

Petani Bawang Putih Bentrok dengan Aparat di China
(Penggalan gambar video amatir bentrok antara petani bawang putih dengan aparat di Eryuan, Propinsi Yunnan, China. Image : scmp.com)
Pomidor.id – Beberapa hari lalu diberitakan penduduk desa di China barat daya  bentrok dengan pejabat setempat. Gara-garanya, petani bawang putih lokal menuntut tetap diperbolehkan menanam di tempat yang mereka biasa garap selama bertahun-tahun. Sementara pejabat lokal bersikukuh melarang karena penggunaan pupuk yang berlebihan telah mencemari danau di wilayah tersebut.

Dilansir dari South China Morning Post, perselisihan ini dimulai bulan Agustus silam. Saat itu petani bawang putih di daerah Eryuan, Propinsi Yunnan, naik pitam ketika diberitahu mereka tidak bisa lagi menanam tanaman hortikultura tersebut.

Meski diberi kompensasi, mereka tetap tidak terima. Menurut mereka ganti rugi yang diberikan tidaklah sepadan mengingat mereka sudah menanam bawang putih di lokasi tersebut hampir dua dekade.

 border=

Pemerintah setempat menganggarkan kompensasi sebesar 1.200 Yuan (Rp 2,66 juta) untuk masing-masing petani yang sudah terlanjur menanam bawang putih. Sementara untuk yang belum, diberi 600 Yuan (Rp 1,33 juta).

Otoritas yang berwenang akhir pekan ini memperingatkan bahwa mereka akan segera membuldoser bawang putih yang sudah ditanami petani lokal. Namun peringatan ini justru memantik kemarahan petani di.Sanying, daerah penghasil bawang putih di Eryuan.

Kemarahan kemudian berujung bentrok ketika aparat tiba di lokasi dengan ekskavator dan mesin pencabut rumput.

 border=

Baca Juga : Kuba-Oxfam Prioritaskan Pertanian Ramah Lingkungan

Pelarangan menanam bawang putih diberlakukan di 16 tempat di wilayah Eryuan. Pelarangan itu merupakan upaya pemerintah setempat untuk melindungi Danau Erhai, sebuah situs yang banyak dikunjungi wisatawan.

Alasan pemerintah, budidaya bawang putih kerap kali menggunakan pupuk dan pestisida dalam jumlah besar. Hal ini dianggap menjadi biang keladi pencemaran di danau yang berada di hilir wilayah Eryuan tersebut.

Namun alasan pemerintah dianggap mengada-ada.

Seorang petani bernama Yang mengatakan ia sudah berpuluh-puluh tahun menanam bawang putih di sana. Larangan pemerintah membuatnya rugi besar karena sudah terlanjur menanam bawang putih. Ia juga menilai kompensasi yang diberikan pemerintah tak cukup untuk menutup biaya yang sudah ia keluarkan.

Baca Juga : Petani Perancis Rentan Bunuh Diri Akibat Faktor Ekonomi

Pemerintah Eryuan menyatakan lebih dari 14 ribu keluarga petani bawang putih yang telah menandatangani persetujuan tak lagi menanam tanaman yang umum dipakai sebagai pelengkap bumbu masakan itu. Sebelum adanya larangan, Sanying adalah salah satu daerah penghasil bawang putih utama di China.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan