border=

Harga Jatuh, Waktunya Tak Tepat Tarik Pajak Nanas untuk Ekspor

Pajak Nanas untuk Ekspor Waktunya Tak Tepat
(Perkebunan nanas di Kosta Rika. Produsen nanas di negara Amerika Tengah itu menginginkan keringanan pajak karena harganya saat ini turun di pasar internasional. Image : pnp.cr)
Pomidor.id – Anjloknya harga di pasar internasional, membuat produsen nanas di Kosta Rika mendesak pemerintahnya tak menguber pajak nanas untuk ekspor. Selain waktunya tak tepat, salah satu negara penghasil nanas terbesar di dunia itu juga terbentur dengan berbagai kendala dalam memenuhi permintaan pasar nanas di China yang tiap tahunnya kian meningkat.

Menurut Abel Chaves, Presiden Canapep, (Asosiasi Produsen dan Produser Nanas di Kosta Rika), saat ini waktunya tidaklah tepat terlalu kaku mengejar pajak nanas untuk ekspor.

“Kami tak setuju (pajak nanas). Pajak yang terlalu dipaksakan akan membebani sektor ini. Sekarang waktunya tak tepat kaku-kakuan berbicara soal pajak,” ujar Chaves.

 border=

Baca Juga : Petani Jordania Desak Kenaikan Pajak Pertanian Dibatalkan

Apa yang dikatakan Chaves merujuk pada harga nanas yang terus merosot sejak akhir tahun lalu. Di dua pasar utama nanas asal Kosta Rika, Amerika Serikat dan Eropa, bahkan harganya anjlok 25 persen hingga 30 persen di enam bulan terakhir.

Di sisi lain, meski terbuka pasar baru ke China, namun masih terkendala lamanya waktu pengiriman.

 border=

Butuh 28-30 hari nanas dari Kosta Rika untuk sampai ke China. Padahal beberapa negara kompetitor sanggup melakukannya hanya dalam tempo 8-9 hari. Waktu yang lebih singkat ini tentunya membuat buahnya sampai ke pasar dengan tampilan eksternal yang lebih baik, tambah Chaves.

Baca Juga : China Pasar Terbesar Ekspor Buah-buahan Asal Indonesia

Akan tetapi keluhan eksportir buah nanas soal pajak, ditentang Federasi Kosta Rika untuk Pelestarian Lingkungan (Fecon). Fecon beranggapan tidaklah adil memberi dispensasi pajak pada nanas.

Sama halnya dengan tanaman monokultur lain seperti pisang, nanas juga harus dikenai pajak mengingat volume ekspornya yang sangat besar. Selain itu, pengenaan pajak untuk perkebunan tanaman monokultur merupakan kompensasi wajib karena dampak ekologisnya yang tidak kecil.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan