border=

Imbas Perang Dagang, China Pangkas Konsumsi Kedelai untuk Pakan Ternak

China Pangkas Konsumsi Kedelai untuk Pakan Ternak Imbas Perang Dagang
(Pekerja tengah membongkar muatan panenan kedelai di sebuah peternakan di Chiping, Propinsi Shandong, China. Naiknya harga kedelai imbas perang dagang dengan AS, membuat Kementerian Pertanian China menurunkan standar pakan ternak demi mengurangi konsumsi kedelai. Image : reuters.com)
Pomidor.id – Hari Minggu kemarin, Kementerian Pertanian China mengumumkan standar baru kandungan protein untuk pakan ternak. Standar baru ini dimaksudkan untuk memangkas konsumsi kedelai yang harganya melonjak akibat imbas perang dagang dengan Amerika Serikat..

Setiap tahunnya, China membutuhkan 11 juta ton bungkil kedelai dan 14 juta ton kedelai untuk pakan ternak. Namun sejak terlibat perang dagang, konsumsi kedelai di negara itu membutuhkan biaya yang lebih besar dari sebelumnya. Pasalnya, kebutuhan kedelai China sebagian dipasok dari luar, khususnya Amerika Serikat, negara dimana China terlibat sekaligus terkena imbas perang dagang sengit.

Asosiasi Industri Pakan Ternak China akhir pekan lalu menyetujui standar baru untuk pakan babi dan ayam. Di standar baru ini, tingkat protein dalam pakan babi akan dikurangi 1,5 poin prosentase dan untuk pakan ayam diturunkan 1 poin prosentase. Demikian rilis resmi Kementan China dikutip dari Reuters.

 border=

Meski demikian, belum ada keterangan resmi kapan standar baru tersebut mulai efektif diberlakukan.

Baca Juga : Kebijakan Tarif Trump Bikin Susah Sektor Pertanian AS

China merupakan konsumen terbesar produk biji-bijian, termasuk kedelai. Saat ini negara tirai bambu itu tengah mencari berbagai cara untuk memangkas konsumsi kedelai dalam pakan ternak. Salah satunya adalah beralih ke pakan alternatif dan mengurangi tingkat proteinnya.

 border=

Hal ini dilakukan setelah Beijing menerapkan tarif 25 persen pada produk-produk asal Amerika Serikat senilai USD 34 milyar. Kedelai pun tak luput dari kebijakan tarif tersebut sebagai balasan atas tindakan Pemerintahan Presiden Donald Trump yang mengenakan bea masuk 25 persen atas barang-barang buatan China.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan