border=

Kementan Ingin Peternakan Ayam Dekati Sentra Produksi Jagung

Sentra Produksi Jagung di Sulawesi
(Perkebunan jagung di Propinsi Gorontalo, Sulawesi. Kementan berharap peternakan ayam mendekati sentra produksi jagung sehingga dapat menekan harga pakan. Image : Dok. Kementerian Pertanian)

Pomidor.id – Kementerian Pertanian (Kementan) berharap peternakan ayam mendekat ke sentra produksi jagung berskala besar seperti di Sulawesi. Jika hal itu terealisasi, maka akan terjadi kesinambungan harga dua komoditas tersebut.

Saat ini peternakan ayam berskala besar terletak di Jawa. Namun produksi jagung sebagai pakan utama ternak ayam skalanya lebih kecil dari Sulawesi.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Sumardjo Gatot Irianto, mengatakan harga jagung memang mengalami kenaikan di tingkat petani di Jawa yakni dari Rp 3.350/kg (Juni dan Juli) menjadi hampir Rp 3.800-Rp 4.144/kg (September).

 border=

Hanya saja, Sumardjo menyebutkan, harga tersebut naik tidak merata. Sementara harga jagung di Sulawesi masih berada di bawah Rp 3.500/kg.

“Jagung produksinya kan tidak menumpuk di Jawa, sementara ternak menumpuk di Jawa, khususnya di Blitar. Harga jagung di Jawa karena permintaan tinggi memang harganya naik. Ini kan mekanisme pasar,” jelas Sumardjo, Senin (1/10/).

Baca Juga : Pemerintah Harus Amankan Harga Komoditas Jagung untuk Pakan

 border=

Sumardjo menambahkan, sentra produksi jagung yang besar seperti di Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah masuk ke data produksi Kementan. Akan tetapi infrastrukturnya belum memadai untuk dikirim ke Jawa sehingga harga jual petani rendah. Begitu juga di Sulawesi Tenggara.

Dengan dipindahkannya sentra peternakan ayam ke daerah yang dekat dengan sentra produksi jagung, disparitas harga ini bisa semakin kecil.

“Investasi peternakan harus bergerak ke wilayah yang lebih stabil [suplai pakannya]. Sambil menunggu itu, perbaiki infrastruktur supaya biaya logistik lebih murah. Pilihan lain ya intensifkan penanaman di lahan yg belum terpakai. Misalnya lahan kelapa, karet, sawit di bawahnya tanam jagung. Ini sudah umum di Sulawesi Utara, tapi belum umum di Jawa dan Lampung,” imbuh Sumardjo.

Baca Juga : Tingginya Harga Jagung Pakan Indikator Kurangnya Suplai Jagung Nasional

Sebagai informasi, produksi jagung nasional tahun ini berdasarkan Angka Ramalan I (ARAM I) Kementerian Pertanian mencapai 30 juta ton dengan luas panen 5,73 juta hektar.

Pada bulan Oktober ini, panen raya jagung di Jawa Timur diproyeksi dapat mencapai 647.923 ton. Panen terbesar di Kediri dan Nganjuk sebanyak masing-masing 74 ribu dan 71 ribu.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan