border=

Kementan Percepat Izin Ekspor Komoditas Pertanian dari 13 Hari Jadi 3 Jam

Izin Ekspor Komoditas Pertanian Akan Dipercepat
(Kementan akan memangkas proses perizinan untuk menggenjot ekspor komoditas pertanian. Image : Dok. Kementan)
Pomidor.id – Dalam rapat koordinasi peningkatan produksi, investasi dan akselerasi ekspor di Jakarta, Senin (29/10), Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan akan mempercepat izin ekspor komoditas pertanian, khususnya komoditas hortikultura. Jika selama ini perizinan ekspor membutuhkan waktu 13 hari, bakal dipangkas menjadi hanya 3 jam.

Dalam rakor yang dihadiri perwakilan Kementerian Luar Negeri, pejabat di lingkungan Kementan serta sejumlah eksportir, Mentan menegaskan dukungannya terhadap upaya peningkatan ekspor dalam negeri.

Menanggapi keluhan tentang lamanya waktu perizinan dari para eksportir yang hadir dalam rakor tersebut, Mentan langsung memberikan solusi. Yaitu dengan memangkas izin ekspor komoditas pertanian dengan pengaplikasian skema Online Single Submission (OSS) yang beroperasi selama 24 jam.

 border=

OSS ini merupakan sistem yang diluncurkan pemerintah pusat untuk mengurus pelbagai kebutuhan perizinan menjadi terpadu satu pintu. Sehingga dengan demikian selain lebih mudah, waktu yang dibutuhkan juga lebih singkat.

Baca Juga : Sistem Perizinan Online Permudah Investasi di Sektor Pertanian

“Hari ini kita keluarkan kebijakan baru dan merevisi Permentan no 17 tahun 2018 yg direvisi dari 13 hari menjadi 3 jam,” ujar Amran.

 border=

Dengan penyederhanaan perizinan, Mentan optimis dapat menggenjot ekspor komoditas pertanian Indonesia. Kementerian yang dipimpinnya juga akan terus mengawal kebijakan ini dengan mengoperasikan OSS selama 24 jam. Permohonan perizinan tetap bisa dilakukan hari Sabtu, Minggu maupun hari libur lainnya.

“Jika dulu eksportir mendatangi kami, tapi kini kita layani dan kita datangi. Para eksportir tidak perlu lagi mikir dokumen, tidak perlu datang mengurus, cukup di rumahnya saja. Kalau ekspor naik, perekonomian nasional pun meningkat,” jelasnya.

Baca Juga : Pemerintah Didorong Genjot Sektor Produksi Berorientasi Ekspor

Lebih lanjut Amran menegaskan potensi sektor pertanian Indonesia khususnya komoditas hortikultura sangat menjanjikan untuk menguasai pasar ekspor sehingga mendongkrat neraca perdagangan. Dari catatan BPS, ekspor pertanian tahun 2017 mencapai Rp 442 triliun, naik 24 persen dibanding 2016.

“Hasilnya, neraca perdagangan pertanian 2017 sebesar surplus Rp 214 triliun,” imbuhnya.

Amran menekankan, kunci peningkatan produksi dan ekspor tidak terlepas dari kontribusi atau kerja sama yang baik antara pemerintah dengan pelaku usaha. Pengusaha di bidang pertanian merupakan mitra utama keberhasilan sektor pertanian dalam menunjang peningkatan pendapatan negara.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan