border=

Klarifikasi BPOM Soal Viralnya Produk Kopi Sachetan Mudah Terbakar

Klarifikasi BPOM Soal Kopi Sachetan Mudah Terbakar
(Agar tidak meresahkan masyarakat, BPOM memberikan klarifikasi tentang kopi sachetan yang mudah terbakar. Image : Youtube)

Pomidor.id – Ada-ada saja ulah netizen. Entah sekedar mencari viewer (pengunjung), pingin eksis, menunjukkan kebloonan dirinya atau sekedar iseng, beberapa pemuda alay (bisa dua atau lebih) memposting video terbakarnya sebuah merk kopi sachetan yang disulut korek api. Karena berpotensi membuat kegaduhan baru, klarifikasi BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) dipandang perlu agar tidak sampai meresahkan masyarakat..

Dalam video tersebut, sebuah kopi sachetan merk “Kopi Luwak” isinya dituang perlahan dan dibakar dengan korek gas. Beberapa kali tampak nyala api membesar ketika terkena isi kopi sachetan itu.

Dari klarifikasi BPOM, terbakarnya isi kopi karena produk tersebut berbentuk serbuk, ringan, dan berpartikel halus serta mengandung minyak dan memiliki kadar air yang rendah. Dengan demikian mudah terbakar dan menyala.

 border=

Produk pangan yang memiliki rantai karbon (ikatan antar atom karbon), kadar air rendah, terutama yang berbentuk tipis dan berpori, memang dapat terbakar/menyala jika disulut dengan api.

Baca Juga : Info Telur Palsu adalah Hoaks

Di sekitar kita, menurut BPOM, terdapat banyak bahan pangan yang mudah terbakar. Seperti terigu, kopi bubuk, kopi-krimer, merica bubuk, cabe bubuk, kopi instant, putih telur, susu bubuk, pati jagung, biji-bijian, kentang. Hal ini bukan berarti bahan pangan tersebut berbahaya atau tidak aman untuk dikonsumsi.

 border=

Berdasarkan pengelompokan produk pangan, Kopi cap Luwak sendiri termasuk dalam kategori minuman serbuk kopi gula krimer. Komposisi produk antara lain, gula, krimer nabati, dan kopi bubuk instan. Produk tersebut juga telah melalui evaluasi keamanan dan mutu oleh BPOM RI serta telah mendapatkan nomor izin edar.

BPOM RI melakukan evaluasi keamanan, mutu, dan gizi pangan termasuk terhadap semua bahan yang digunakan untuk pembuatan pangan olahan sebelum pangan tersebut diedarkan dan memberikan nomor izin edar (MD atau ML) yang dicantumkan pada labelnya.

Baca Juga : BMKG Sayangkan Pelintiran Informasi LIPI Tentang Gempa Bumi

Apabila produk pangan sudah memiliki nomor izin edar BPOM RI, berarti produk tersebut aman untuk dikonsumsi masyarakat. Lebih jauh, BPOM RI mengajak masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas dengan selalu melakukan cek “KLIK” (Kemasan, Label, Izin Edar dan Kedaluwarsa) sebelum membeli dan mengonsumsi produk Obat dan Makanan.

BPOM meminta agar memastikan kemasannya dalam kondisi baik, baca informasi pada labelnya, pastikan memiliki izin edar dari BPOM RI, dan tidak melebihi masa kedaluwarsa.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan