border=

Malaysia Pertimbangkan Legalisasi Ganja untuk Kepentingan Medis

Ganja untuk Kepentingan Medis
(Jika disahkan dalam amandemen undang-undang tentang kesehatan, Malaysia akan menjadi negara Asia pertama yang mengizinkan penggunaan ganja untuk kepentingan pengobatan. Image : straitstimes.com)
Pomidor.id – Malaysia bisa jadi bakal menjadi negara pertama di Asia yang melegalkan penggunaan ganja untuk kepentingan medis. Kemungkinan tersebut terbuka salah satunya dipicu oleh protes keras publik setelah pengadilan menjatuhkan hukuman mati kepada seorang pria yang kedapatan membagi-bagikan minyak ganja. Padahal minyak ganja itu untuk keperluan pengobatan pasien kanker. Bukan untuk teler.

Muhammad Lukman, 29, beberapa waktu lalu divonis mati pengadilan Malaysia dengan dakwaan mengedarkan obat-obatan terlarang/narkoba. Namun publik mengecam vonis tersebut karena Lukman ternyata membagikan minyak ganja untuk kepentingan medis atau pengobatan pasien kanker.

Kejadian ini kemudian memunculkan wacana untuk melegalisasi tanaman yang juga dikenal dengan nama mariyuana itu murni untuk keperluan medis.

 border=

Dilansir dari Bloomberg, pemerintah Malaysia segera menggelar pertemuan informal kabinet untuk memulai pembahasan amandemen undang-undang yang relevan berkaitan dengan isu tersebut.

Hal ini diakui oleh Menteri Sumber Daya Alam, Air dan Daratan, Xavier Jayakumar. Ia mengatakan, “secara singkat” ada pembicaraan mengenai ganja untuk kepentingan medis.

Baca Juga : Resmi, Kanada Legalisasi Ganja Pertengahan Oktober Mendatang

 border=

Pertemuan kabinet itu mencapai konsensus membatalkan hukuman mati dalam kasus Muhammad Lukman. Namun untuk mendapatkan dukungan legalisasi ganja, meski itu demi pengobatan, Jayakumar menuturkan masih harus menempuh “perjuangan berat”.

Xavier Jayakumar
(Xavier Jayakumar, Menteri Sumber Daya Alam, Air dan Daratan Malaysia)

“Butuh dukungan serta upaya meyakinkan mengenai isu ini,” ujarnya.

“Saya sendiri berpandangan sejauh itu memiliki manfaat pengobatan dan (peredarannya) bisa dikendalikan, maka Kementerian Kesehatan bisa memakainya hanya untuk tujuan pemberian resep obat,” imbuhnya.

Tantangan bagi Malaysia, yang masih memberlakukan hukuman mati untuk mereka yang terlibat perdagangan narkoba, adalah bagaimana mengamandemen undang-undang baru. Undang-undang yang secara spesifik membedakan penggunaan ganja untuk pengobatan dengan penggunaan ganja untuk kepentingan lainnya.

Baca Juga : Waduh, Seorang Ibu Desak Liberalisasi Ganja Demi Pengobatan Anaknya

Menurut Jayakumar, Kementerian Kesehatan sampai saat ini masih skeptis tentang manfaat ganja untuk obat karena kurangnya bukti.

Karena itu ia harus melobi untuk mendapatkan lebih banyak dukungan dari para menteri. Selain itu, ia juga musti mempertimbangkan opini publik tentang hal ini serta melakukan pembahasan intensif dengan kementerian yang mengawasi kesehatan, lingkungan dan perdagangan.

“Legalisasi pemanfaatan ganja untuk pengobatan sudah dilakukan di beberapa negara. Jika itu memang benar-benar dipergunakan untuk keperluan medis, bisa saja diizinkan. Asal bukan untuk yang lain-lain,” tegas Jayakumar.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan